jump to navigation

Gus Dur Telah Pergi (untuk selamanya…) Januari 10, 2010

Posted by Sanjaya in K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Politik.
add a comment

Franz Magnis-Suseno*

Meskipun tahu bahwa Gus Dur sakit-sakitan, saat kemarin Tuhan mengatakan, “Gus, sudah cukup!”, mengagetkan juga. Banyak dari kita, khususnya tokoh dan umat berbagai agama di Indonesia, merasa kehilangan. Kita menyertai arwahnya dengan doa-doa kita agar ia dengan aman, gembira, dan pasti terheran-heran dapat sampai ke asal-usulnya.

Betapa luar biasa Abdurrahman Wahid, Gus Dur kita ini! Seorang nasionalis Indonesia seratus persen, dengan wawasan kemanusiaan universal. Seorang tokoh Muslim yang sekaligus pluralis dan melindungi umat- umat beragama lain. Enteng-enteng saja dalam segala situasi, tetapi selalu berbobot; acuh-tak acuh, tetapi tak habis peduli dengan nasib bangsanya. Orang pesantren yang suka mendengarkan simfoni-simfoni Beethoven.

Rahasia Gus Dur adalah bahwa ia sama sekali mantap dengan dirinya sendiri. Ia percaya diri. Ia total bebas dari segala perasaan minder. Karena ia tidak pernah takut mengalah kalau itu lebih tepat, ia tidak takut kehilangan muka (dan karena itu memang tak pernah kehilangan muka), dan ia juga tidak gampang tersinggung karena hal-hal sepele.

Gus Dur berhati terbuka bagi semua minoritas, para tertindas, para korban pelanggaran hak-hak asasi manusia. Umat-umat minoritas merasa aman padanya. Gus Dur membuat mereka merasa terhormat, ia mengakui martabat mereka para minoritas, para tertindas, para korban.

Tak perlu defensif

Ada yang tidak mengerti mengapa Gus Dur begitu ramah terhadap agama-agama minoritas, tetapi sering keras terhadap agamanya sendiri. Namun, Gus Dur demikian karena ia begitu mantap dalam agamanya. Karena itu, ia tidak perlu defensif dan tidak takut bahwa agamanya dirugikan kalau ia terbuka terhadap mereka yang berbeda.

Apakah Gus Dur seorang demokrat? Ia sendiri sebenarnya lebih menyerupai kombinasi antara kiai dan raja Jawa. Namun, ia seorang demokrat dalam arti yang lebih mendalam. Ia betul-betul meyakini dan menghayati hak-hak asasi manusia. Ia tidak tahan melihat seseorang terinjak martabatnya, ia menentang kekejaman atas nama apa pun.

Bagi saya, Gus Dur mewujudkan Islam yang percaya diri, positif, terbuka, ramah. Dengan demikian, ia memproyeksikan gambar yang positif tentang Islam. Dan, kalau pada kunjungan negara ia menyalami kepala negara lain dengan lelucon, mereka menyadari bahwa presiden Muslim ini seorang humanis dan warga dunia.

Bahwa karier politik aktif Gus Dur kontroversial berkaitan juga dengan kenyataan bahwa ia tidak dapat melihat. Keterbukaannya tidak pernah berubah.

Apa yang tinggal sesudah Gus Dur pergi? Sekurang-kurangnya dua. Pertama, hubungan begitu baik antara umat beragama yang dirintisnya akan berkembang terus.

Kedua, dengan generasi muda NU, Gus Dur meninggalkan kader intelektual bangsa yang terbuka, pluralis, dan cerdas; modal bagus bagi masa depan bangsa.

Yang dirintis Gus Dur akan berjalan terus. Nevertheless, Gus, we will miss you. Resquiescat in pace.

*Franz Magnis-Suseno Rohaniwan dan Guru Besar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

Sumber: Kompas, Senin, 4 Januari 2010 | 02:53 WIB

Gus Dur Manusia Setengah Dewa Januari 10, 2010

Posted by Sanjaya in K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Politik.
add a comment

Asvi Warman Adam

Abdurrahman Wahid, Presiden keenam Indonesia (setelah Sukarno, Sjafrudin Prawiranegara, Assaat, Soeharto, dan Habibie) wafat 30 Desember 2009. Tentu ada berbagai cara dan perspektif dalam menilai ketokohannya. Termasuk bagaimana masyarakat serta para pengikutnya melihat dan memersepsikannya. Sewaktu masih sehat ia adalah pemikir/penulis cerdas yang berangkat dari dunia pesantren, memperoleh kematangan dengan memimpin sebuah organisasi masyarakat terbesar di Tanah Air, menghadapi penghadangan dari rezim yang berkuasa dan otoriter. Karismanya tumbuh dan ia menjadi pemimpin kaum nahdiyin yang dalam kemelut pergantian kepemimpinan nasional tahun 1999, dengan determinasi dan kemampuan membaca situasi politik, berhasil menjadi orang pertama di Republik Indonesia. Ia semakin dipuja dan diagungkan oleh pengikutnya karena justru dapat memerintah tanpa bergantung pada salah satu pancaindranya. Justru kemunduran kesehatannya tidak membuatnya terganggu beraktivitas dan menjalankan tugas kenegaraan. Setelah sakit, kehilangan penglihatan dan berada di kursi roda, ia malah naik pangkat menjadi setengah dewa.

Bagaimana proses ini terbentuk? Melalui sejarah lisan yang disampaikan secara bersambung dari orang-orang di sekitarnya, Muslim Abdurrachman menceritakan pengalamannya bersama Abdurrahman Wahid mengikuti Kongres Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial bertema Manusia dalam pembangunan, di Palembang pada 1984. Pada Jumat siang Gus Dur bersama dengan beberapa orang peserta termasuk Muslim mencari masjid tempat salat Jumat. Letaknya cukup jauh dari tempat seminar, karena itu mereka terlambat. Ketika mereka datang, ibadah itu sudah selesai. Karena itu, Gus Dur mengajak jalan-jalan saja di pasar di dekat itu. Ketika kembali ke tempat seminar, seorang bertanya kepada Muslim, “Sembahyangnya di mana?” Muslim menjawab, “Saya ikut Gus Dur saja.” Orang itu tidak melanjutkan pertanyaannya, dalam pikiran penanya tentu Muslim menjadi makmum, sedangkan Gus Dur menjadi imam dan khatib salat itu. Ternyata mereka cuma jalan-jalan di pasar.

Fachry Ali mengisahkan ketika ia mengambil master di Monash University, Australia, Gus Dur datang bertamu dan menginap di apartemennya di Melbourne. Pada malam hari, istri Fachry bangun untuk membuat susu bagi bayinya. Saat itu televisi masih menyala, padahal semua orang sudah tidur termasuk Gus Dur yang sedang mengorok. Ia bergerak mematikan, namun tiba-tiba terdengar suara Gus Dur, jangan dimatikan, karena filmnya sedang seru. Luar biasa, sambil tidur masih bisa menonton televisi.

Ia dipersepsikan oleh pengikut dan pendukungnya sebagai wali atau manusia setengah dewa. Dalam posisi itu, jelas rasa kemanusiaannya tinggi sekali, lebih dari rata-rata anggota masyarakat pada umumnya. Gus Dur membuka paradigma baru dengan menerobos tembok-tembok pemikiran lama. Ia membuka ruang dialog di antara (umat) agama. Ia ingin setiap orang diperlakukan setara dalam hukum, tanpa membeda-bedakan warna kulit, etnik, agama/ideologinya. Gus Dur menghargai mereka sebagai sesama manusia dan sesama warga negara.

Ia membubarkan Bakorstranas, lembaga ekstra yudisial penerus Kopkamtib yang memiliki kewenangan luas untuk menindas. Ia juga menghapuskan litsus (penelitian khusus) yang selama ini digunakan untuk ‘menakuti’ pegawai negeri agar tidak bersikap kritis. Gus Dur membuka cakrawala masyarakat agar lebih toleran terhadap ajaran atau paham politik mana pun. Ini ditunjukkannya dengan usulan mencabut Tap MPRS No XXV/1966 yang menyangkut pembubaran PKI (Partai Komunis Indonesia) dan pelarangan penyebaran ajaran Marxisme, Komunisme, dan Leninisme. Tap MPRS itu ternyata selama Orde Baru telah menjadi sandaran dari berbagai peraturan perundangan yang diskriminatif. Penduduk usia di atas 60 tahun di DKI memperoleh KTP seumur hidup. Kebijakan itu diambil agar tidak merepotkan warga lanjut usia. Tetapi bagi mereka yang tersangkut peristiwa G-30-S, ketentuan itu belum berlaku.

Gus Dur ingin membangun Indonesia baru yang damai tanpa prasangka dan bebas dari kebencian. Untuk itu, masa lalu yang kejam, kelam, serta tidak toleran harus diputus. Partisipasi masyarakat mesti dibangun, yang lemah tidak ditinggalkan. Dengan kesetiakawanan yang luas dan menyeluruh itu kita baru bisa membangun Indonesia yang kuat. Untuk itu Gus Dur tidak keberatan untuk meminta maaf kepada korban 1965 yang diserang oleh Banser NU. Meskipun Gus Dur mengatakan bahwa ia juga memiliki kerabat yang terbunuh dalam peristiwa Madiun 1948. Namun, balas dendam itu tidak ada gunanya dilanjutkan. Kita tidak akan mampu mewujudkan rekonsiliasi tanpa menghilangkan stigma atau kecurigaan terhadap suatu kelompok.

Gus Dur juga menghilangkan diskriminasi terhadap etnik Tionghoa dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 6/2000 yang dikeluarkan tanggal 17 Januari 2000 untuk mencabut Inpres 14/1967 tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat China. Pada masa Orde Baru, orang takut bersembahyang di kelenteng atau melakukan acara budaya Tionghoa lainnya. Namun sejak masa pemerintahan Gus Dur, tahun baru Imlek dijadikan libur fakultatif.

Saya teringat pada malam kesenian yang diadakan Perhimpunan Inti (Indonesia-Tionghoa) pada 17 Agustus 2004 di Graha Sarbini, Jakarta. Atraksi kesenian ditampilkan untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan. Ketika acara dimulai, muncul Salahuddin Wahid yang waktu itu menjadi calon presiden (berpasangan dengan Wiranto), disusul Hasyim Muzadi yang juga merupakan calon presiden (berduet dengan Megawati). Pertunjukan berlangsung terus. Namun ketika Gus Dur masuk ruangan bersama istrinya, seluruh hadirin yang mayoritas etnik Tionghoa itu tanpa dikomando langsung berdiri dari tempat duduk untuk menyampaikan rasa hormat mereka. Sebelumnya, 10 Maret 2004, Abdurrahman Wahid diberi gelar ‘Bapak Tionghoa’ di kelenteng Tay Kak Sie Semarang.

Terlepas dari beberapa kekurangannya–karena pada komunitas dewa tidak ada pemerintahan, maka Gus Dur agak lemah dalam manajemen (pemerintahan) –banyak sekali jasanya bagi bangsa ini. Peraturan bagi etnik Tionghoa sudah mengalami kemajuan yang pesat. Yang belum tercapai barangkali adalah gagasannya tentang Indonesia– “negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia–menjadi mediator perdamaian antara Israel dan Palestina. Sebagai tokoh Islam di tanah Jawa, menurut hemat saya Gus Dur adalah wali kesebelas setelah Syekh Siti Jenar.

Ahli Peneliti Utama LIPI
Sumber Media Indonesia 5 Januari 2010

Profil K.H. ABDURRAHMAN WAHID Januari 10, 2010

Posted by Sanjaya in K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Politik.
add a comment

Profil

ABDURRAHMAN WAHID

DATA PRIBADI

Kewarganegaran :

Indonesia

Tempat, Tanggal Lahir :

Jombang Jawa Timur, 4 Agustus 1940

Istri :

Sinta Nuriyah

Anak :

1. Alissa Qotrunnada Munawaroh (P)
2. Zannuba Arifah Chafsoh (P)
3. Annita Hayatunnufus (P)
4. Inayah Wulandari (P)

ALAMAT

Rumah :

Jl. Warung Silah No. 10, Ciganjur
Jakarta Selatan 12630 – Indonesia

PENDIDIKAN

1966-1970

Universitas Baghdad, Irak
Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab

1964-1966

Al Azhar University, Cairo, Mesir
Fakultas Syari’ah (Kulliyah al-Syari’ah)

1959-1963

Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Indonesia

1957-1959

Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia

JABATAN

1998-Sekarang

Partai Kebangkitan Bangsa, Indonesia
Ketua Dewan Syura DPP PKB

2004-Sekarang

The WAHID Institute, Indonesia
Pendiri

2000-Sekarang

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Indonesia
Mustasyar

2002-Sekarang

Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Indonesia
Rektor

PENGALAMAN JABATAN

1999-2001

Presiden Republik Indonesia

1989-1993

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat RI

1987-1992

Ketua Majelis Ulama Indonesia

1984-2000

Ketua Dewan Tanfidz PBNU

1980-1984

Katib Awwal PBNU

1974-1980

Sekretaris Umum Pesantren Tebu Ireng

1972-1974

Fakultas Ushuludin Universitas Hasyim Ashari, Jombang
Dekan dan Dosen

PENGALAMAN ORGANISASI

2003

Gerakan Moral Rekonsiliasi Nasional
Penasehat

2002

Solidaritas Korban Pelanggaran HAM
Penasehat

1990

Forum Demokrasi
Pendiri dan Anggota

1986-1987

Festifal Film Indonesia
Juri

1982-1985

Dewan Kesenian Jakarta
Ketua Umum

1965

Himpunan Pemuda Peladjar Indonesia di Cairo – United Arab Republic (Mesir)
Wakil Ketua

AKTIVITAS INTERNASIONAL

2003-Sekarang

Non Violence Peace Movement, Seoul, Korea Selatan
Presiden

2003-Sekarang

International Strategic Dialogue Center, Universitas Netanya, Israel
Anggota Dewan Internasional bersama Mikhail Gorbachev, Ehud Barak and Carl Bildt

2003-Sekarang

International Islamic Christian Organization for Reconciliation and Reconstruction (IICORR), London, Inggris
Presiden Kehormatan

2002-Sekarang

International and Interreligious Federation for World Peace (IIFWP), New York, Amerika Serikat
Anggota Dewan Penasehat Internasional

2002

Association of Muslim Community Leaders (AMCL), New York, Amerika Serikat
Presiden

1994-Sekarang

Shimon Perez Center for Peace, Tel Aviv, Israel
Pendiri dan Anggota

1994-1998

World Conference on Religion and Peace (WCRP), New York, Amerika Serikat
Presiden

1994

International Dialogue Project for Area Study and Law, Den Haag, Belanda
Penasehat

1980-1983

The Aga Khan Award for Islamic Architecture
Anggota Dewan Juri

PENGHARGAAN

2004

Anugrah Mpu Peradah, DPP Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, Jakarta, Indonesia

2004

The Culture of Peace Distinguished Award 2003, International Culture of Peace Project Religions for Peace, Trento, Italia

2003

Global Tolerance Award, Friends of the United Nations, New York, Amerika Serikat

2003

World Peace Prize Award, World Peace Prize Awarding Council (WPPAC), Seoul, Korea Selatan

2003

Dare to Fail Award , Billi PS Lim, penulis buku paling laris “Dare to Fail”, Kuala Lumpur, Malaysia

2002

Pin Emas NU, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Indonesia.

2002

Gelar Kanjeng Pangeran Aryo (KPA), Sampeyan dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XII, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

2001

Public Service Award, Universitas Columbia , New York , Amerika Serikat

2000

Ambassador of Peace, International and Interreligious Federation for World peace (IIFWP), New York, Amerika Serikat

2000

Paul Harris Fellow, The Rotary Foundation of Rotary International

1998

Man of The Year, Majalah REM, Indonesia

1993

Magsaysay Award, Manila , Filipina

1991

Islamic Missionary Award , Pemerintah Mesir

1990

Tokoh 1990, Majalah Editor, Indonesia

DOKTOR KEHORMATAN

2003

Netanya University , Israel

2003

Konkuk University, Seoul, South Korea

2003

Sun Moon University, Seoul, South Korea

2002

Soka Gakkai University, Tokyo, Japan

2000

Thammasat University, Bangkok, Thailand

2001

Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand

2000

Pantheon Sorborne University, Paris, France

1999

Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand

HOBI

Mendengarkan dan menyaksikan pagelaran Wayang Kulit.

Mendengarkan musik, terutama lagu-lagu karya Beethoven berjudul Symphony No. 9 th, Mozart dalam 20 th piano concerto, Umm Khulsum dari Mesir, Janis Joplin dan penyanyi balada Ebiet G. Ade.

Mengamati pertandingan sepak bola, terutama liga Amerika latin dan liga Eropa.

Mendengarkan audio book, terutama mengenai sejarah dan biografi.

Abdurrahman Wahid telah menghasilkan beberapa buah buku. Hingga saat ini dia terus menulis kolom di sejumlah surat kabar. Selain itu, dia masih aktif memberikan ceramah kepada publik di dalam maupun luar negeri.

PENERIMAAN TARUNA AKPOL Januari 10, 2010

Posted by Sanjaya in Akademi Tentara Nasional Indonesia dan Akademi Kepolisian Republik Indonesia (Akademi TNI dan AKPOL), Militer.
1 comment so far

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
MARKAS BESAR
Jln. Trunojoyo No.3
Kebayoran Baru Jakarta Selatan

PENGUMUMAN
No.Pol.: Pang/1/IV/2009

Tentang
PENERIMAAN TARUNA AKPOL

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA UNTUK MENJADI CALON PERWIRA POLRI MELALUI PENDIDIKAN AKADEMI KEPOLISIAN

I. PERSYARATAN UMUM

1. Warga Negara Indonesia (Pria dan Wanita).
2. Bariman dan bartakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
4. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan
5. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela.
6. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia dan bersedia, ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian

II. PERSYARATAN LAIN

1. Calon Taruna Sumber SMA/Sederajat

* Berijazah SMA/sederajat jurusan IPA/IPS dengan nilai HUAN yang ditetapkan oleh Ketua Panda setempat.
* Bagi lulusan tahun ini (masih kelas 3) menggunakan Surat Keterangan Kepala Sekolah dan menyerahkan Surat Tanda Kelulusan dengan nilai HUAN yang ditetapkan oleh Katua Panda setempat, setelah ujian Nasional.
* Umur Maksimal pada saat pembukaan pendidikan 21 (dua puluh satu) tahun.
* yang di buktikan dengan KTP setempat dan KK Telah berdomisili di wilayah Polda pendaftaran minimal 1 (satu) tahun atau Raport, yang disyahkan oleh kepala sekolah yang bersangkutan
* Bagi lulusan SMA/sederajat diluar daerah asalnya dapat mendaftarkan diri didaerah asal/daerah kelahiran yang dibuktikan dengan Akte kelahiran setempat atau KTP.
* Belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama dalam Pendidikan Pembentukan.

2. Calon Taruna Sumber Sarjana

* Berijazah serendah rendahnya Sarjana S1/S2 berasal dari Perguruan Tinggi dengan program studi yang terakreditasi A dan B serta menyerahkan traskrip nilai, dengan IPK Min 2,75 (dua koma tujuh lima) untuk S1 dan 3.0 (tiga koma nol) untuk S2.
* Disiplin ilmu yang dipersyaratkan yaitu:

1. Fak Hukum jurusan Ilmu Hukum
2. Fak Fisip/Sospol jurusan: Antropologi Sosial, Hub Internasional, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Krimonologi dan Sosiologi.

* Usia Maksimnal pada saat pembukaan pendidikan sebagai berikut:

1. Lulusan S1 : 28 (dua puluh delapan) tahun
2. Lulusan S2 : 30 (tiga puluh) tahun.

3. Calon Taruna Sumber Brigadir Polri

* Brigadir Polri yang telah mempunyai masa dinas 1 (satu) tahun setelah masa magang.
* Berijazah SMA/sederajat jurusan IPA/IPS
* Malampirkan Daftar penilaian (Dapen) dengan nilai minimal 75 (tujuh puluh lima) dan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) dari yang berwenang.
* Usia Maksimal pada saat pembukaan pendidikan 24 (dua puluh empat) tahun
* Bagi calon yang sedang melaksanakan tugas khusus di wilayah atau diluar satkernya dapat mendaftar dialokasi satker/Panda setempat.
* Bagi calon yang meminta ijazah Sarjana berlaku ketentuan penerimaan Calon Taruna Sumber Sarjana.

4. Tinggi badan minimal dengan berat badan seimbang menurut katentuan yang berlaku:

* Untuk sumber penerimaan SMA dan Brigadir Polri

1. Pria 163 (seratus enam puluh tiga) Cm.
2. Wanita 160 (seratus enam puluh) Cm.

* Untuk Penerimaan Sumber Sarjana S1/S2:

1. Pria 160 (seratus enam puluh) Cm.
2. Wanita 155 (seratus lima puluh lima) Cm.

5. Bersedia menjalani IDP (Ikatan Dinas Pertama) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung mulai saat diangkat menjadi Inspektur Polisi.
6. Memperoleh persetujuan dari orang tua/wali bagi yang belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun.
7. Tidak terikat Perjanjian Ikatan Dinas dengan instansi lain.
8. Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai karyawan tetap sebagai pegawai/karyawan/anggota Polri:

* Mendapat persetunjuan/rekomendasi dari Kepala Jawatan/Instansi Satker yang bersangkutan.
* Bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan/anggota Polri, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna Akpol.

9. Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian yang meliputi materi dan urutan kegiatan sebagai berikut:

a. Di Tingkat Panda

1. Pemeriksaan Administrasi awal.
2. Pemeriksaan Kesehatan Tahap I
3. Pemeriksaan Psikologi
4. Pemeriksaan Kesehatan Tahap II
5. Tes Kemampuan Jasmani
6. Pemeriksaan Administrasi Akhir.
7. Pengumuman Kelulusan Sementara.

a. Di Tingkat Pusat
1) Pemeriksaan Administrasi.
2) Pemeriksaan Kesehatan.
3) Pemeriksaan Psikologi
4) Pengujian Akademis yang meliputi
(a) Tes Potensi Awal (TPA).
(b) Undang-undang Kepolisian
(c) Bahasa Inggris.
5) Tes kemampuan jasmani

III. PENDAFTARAN

Pendaftaran dimulai tanggal 4 Mei s/d 8 Juni di Polda seluruh Indonesia, Informasi selengkapnya dapat diperoleh di Biro Personel Polda/Polwil/Polres setempat atau di situs Polri http://www.polri.go.id.

IV. LAIN-LAIN

Jumlah peserta didik sebanyak 300 orang, terdiri dari Sumber SMA/sederajat, 200 orang (175 Pria dan 25 Wanita) dan sumber S1/S2 100 orang (75 Pria dan 25 Wanita). Seluruh rangkaian kegiatan panerimaan dan seleksi dilaksanakan secara Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis serta tidak dipungut biaya.

Dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 25 April 2009
A.N NEGARA REPUBLIK INDONESIA DE SDM

Drs.SUHARDI SIGIT
INSPEKTUR JENDERAL POLISI

PENDAFTARAN TARUNA AKMIL Januari 10, 2010

Posted by Sanjaya in Akademi Tentara Nasional Indonesia dan Akademi Kepolisian Republik Indonesia (Akademi TNI dan AKPOL), Militer.
1 comment so far

Calon Taruna Akmil

WAKTU PENDAFTARAN :
1. Pendaftaran : 2 Pebruari s.d 27 Maret
2. Pemeriksaan uji tk Daerah : 30 Maret s.d 15 Mei
(Psikotes = 18-19 Mei)
3. Sidang Panitia Daerah : 29 Juni
4. Pemeriksaan/Uji tk Pusat : 9 s.d 23 Juli
5. Sidang Panitia Pusat : 28 Juli
6. Buka Pendidikan : 1 Agustus

TEMPAT PENDAFTARAN :
1. Ajen Kodam
2. Ajen Korem
3. Kodim
Alamat lengkap tempat Pendaftaran (klik disini)

PERSYARATAN TARUNA AKMIL

1. Warga Negara Republik Indonesia Pria, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945 serta bukan prajurit TNI anggota Polri dan PNS.

2. Umur pada saat masuk pendidikan tanggal 1 Agustus tidak kurang dari 18 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun.

3. Berkelakuan baik disertai dengan SKCK dari Polres setempat dan tidak kehilangan hak menjadi Prajurit TNI, berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

4. Berbadan sehat (jasmani dan rohani) dan bebas narkoba.

5. Lulusan SMA/Madrasah Aliyah atau yang setara, Jurusan/Program IPA dengan persyaratan DANEM atau Nilai Ujian Akhir Nasional :

Lulus Ujian Nasional dengan nilai rata-rata tidak kurang dari 6,5 (dari 10 mata pelajaran) dan bagi calon yang menggunakan kacamatan/lensa kontak dengan ukuran maksimal 1 Dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 7,5.

6. Belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama dalam pendidikan.

7. Tinggi badan tidak kurang dari 165 Cm dengan berat badan seimbang.

8. Bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung dan apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud maka bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat mengikuti Dikma.

9. Sanggup melaksanakan Ikatan Dinas Pertama (IDP) sekurang-kurangnya 10 tahun dihitung mulai saat dilantik menjadi Letda dan bersedia ditempatkan dimana saja, diseluruh wilayah republik Indonesia.

10. Harus ada persetujuan dari orang tua/wali.

11. Harus mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian yang meliputi :

a. Administrasi
b. Kesehatan.
c. Jasmani.
d. Wawancara.
e. Psikologi.
f. Akademik.

12. Persyaratan lain :

a. Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali karena ketentuan agama/adat.

b. Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Depdiknas.

13. Cara Pendaftaran. Calon datang sendiri ketempat pendaftaran dengan menunjukkan dokumen asli dan menyerahkan foto copy :

a. Kartu kewarganegaraan (bagi keturunan WNA).
b. Akte kelahiran/surat kenal lahir.
c. KTP calon dan KTP orang tua/wali.
d. Kartu Keluarga (KK).
e. Pas Foto hitam putih terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak 10 buah.
f. SKCK dari Polres setempat.
g. STTB SD, SMP/MTs dan SMA/MA berikut DANEM/NUAN.
Bagi calon kelas III SMA :
1) Melampirkan raport kelas I s/d III semester 1.
2) Melampirkan surat keterangan dari Kepala Sekolah bahwa calon tersebut terdaftar sebagai peserta UAN.

TNI Angkatan Laut memberi kesempatan kepada para pemuda yang berwawasan matra laut untuk dididik menjadi calon Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) Januari 10, 2010

Posted by Sanjaya in Akademi Tentara Nasional Indonesia dan Akademi Kepolisian Republik Indonesia (Akademi TNI dan AKPOL), Militer.
3 comments

dilaut kita jaya!!!

PDF Cetak E-mail

Image

TNI Angkatan Laut memberi kesempatan kepada para pemuda yang berwawasan matra laut untuk dididik menjadi calon Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Pendaftaran dibuka mulai 23 Maret hingga 24 April, dan sewaktu-waktu akan ditutup apabila pendaftaran sudah memenuhi rasio penerimaan.

Syarat-syarat :
1.   Warga negara Republik Indonesia, Pria, beragama, bukan prajurit TNI, anggota POLRI atau Pegawai Negeri Sipil (PNS), usia 18 s/d 22 tahun terhitung pada tanggal 1 Agustus.

2.   Berkelakuan baik, disertai dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres setempat,
tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi prajurit TNI AL dan telah menetap sekurang-kurangnya 1 tahun sesuai KTP dan Kartu Keluarga (KK).

3.   Berbadan sehat, tidak berkacamata, tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm, berat badan seimbang, tidak bertato/bertindik ataupun bekasnya.

4.   Berijasah SLTA/sederajat jurusan IPA dengan kategori Lulus dan NUAN tidak kurang dari 6,50. Bagi siswa kelas 3 nilai rata-rata rapor kelas 3 semester 1 tidak kurang dari 7,00, dilengkapi surat keterangan dari Kepala Sekolah bahwa yang bersangkutan terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional.

5.   Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama 10 tahun.

6.   Belum Menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan.

Waktu dan Tempat Pendaftaran :
Pendaftaran mulai tanggal 23 Maret s/d 24 April, Untuk pendaftaran di Mako Lantamal I Jl. Serma Hanafiah no.1 Belawan, Mako Lantamal II Jl. Sutan Sharir Bukit Putus Padang, Mako Lantamal III Jl. Gunung Sahari Raya Ancol Jakarta Utara, Mako Lantamal IV Jl. Laksda Yos Sudarso Batu Hitam Tanjung Pinang, Mako Lantamal V Jl. Laksda M. Nasir no.56 Surabaya, Mako Lantamal VI Jl. Yos Sudarso no.308 Makassar, Mako Lantamal VII Jl. Laksda Yos Sudarso Kupang, Mako Lantama VIII Jl. Walanda Maramis Kairagi Manado, Mako Lantamal IX Halong Teluk Ambon, Ambon, Mako Lantamal X JI. Amphibi, Hamadi Jayapura, dan Lanal Cirebon Jl. Kesunean no.33 Cirebon, Lanal Semarang Jl. RE.Martadinata no.12 Semarang, Lanal Malang Jl. Yos Sudarso no.3 Malang, SMU Taruna Nusantara Magelang.

Cara Pendaftaran :
Calon datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan menunjukkan dokumen asli dan menyerahkan foto copy Akte Kelahiran, KTP dan KTP orang tua/wali, Kartu Keluarga (KK), STTB SD, SLTP, SLTA berikut Daftar NEM/NUAN masing-masing 1 lembar, rapor kelas 3 semenster 1 dan surat keterangan dari Kepala Sekolah untuk siswa kelas 3, Daftar Riwayat Hidup dengan tulisan tangan diatas kertas folio bergaris, pas photo hitam putih terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak 2 lembar.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan pengujian/pemeriksaan tidak dipungut biaya apapun

Informasi lebih lanjut dapat mengubungi Lapetal Disminpersai (021) 8723946 dan Dispenal (021)8723308,8723319

SYARAT MENJADI PERWIRA MELALUI AKADEMI ANGKATAN UDARA PENERIMAAN KARBOL AKADEMI UDARA TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA MEMBUKA KESEMPATAN KEPADA PEMUDA INDONESIA UNTUK MENJADI PERWIRA MELALUI AKADEMI ANGKATAN UDARA Januari 10, 2010

Posted by Sanjaya in Akademi Tentara Nasional Indonesia dan Akademi Kepolisian Republik Indonesia (Akademi TNI dan AKPOL), Militer.
add a comment


A.    SYARAT-SYARAT

1.   Warga Negara Indonesia, Pria, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945 serta bukan Prajurit TNI/Polri dan PNS.

2.   Umur pada saat masuk pendidikan tanggal 1 Agustus tidak kurang dari 18 tahun dan tidak Iebih dari 22 tahun.

3.   Berkelakuan baik, serta tidak kehilangan hak untuk menjadi Prajurit TNI berdasarkan putusan pengadilan yang telah diperoleh kekuatan hukum tetap yang dinyatakan dengan surat dari Kapolres se tempat.

4.   Berbadan sehat ( Jasmani dan Rohani).

5.   Tamatan SMU/MAN/SMK PNB.

a.   SMA/Madrasah Aliyah Program A-1 dan A-2 ( Fisika dan Biologi ) atau SMU dari Program IPA, serta SMK Penerbangan.
b.   Jurusan A-I dan A-2 (Fisika dan Biologi)/IPA dengan NEM yang disesuaikan dengan tahun lulusan. SMK Penerbangan dengan NEM 38.
c.   Disertai Nilai Kolektif dari Kanwil Depdiknas.

6. Belum pernah menikah dan sanggup tidak akan menikah selama dalam pendidikan Karbol dan Lanjutannya.

7.   Tinggi badan tidak kurang dan 165 cm.

8.  Sanggup melaksanakan Ikatan Dinas Pertama selama 10 (sepuluh) tahun terhitung mulai saat dilantik menjadi Perwira TNI AU dan bersedia ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah Indonesia.

9.   Harus ada persetujuan dan Orang Tua/Wali bagi yang belum berusia 21 tahun.

10. Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan disertai dengan : a. Surat persetujuan dari Kepala Jawatan yang bersangkutan. b. Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Karbol Akademi Angkatan Udara.

11. Harus mengikuti dan lulus ujian/pemeriksaan yang meliputi : • Postur dan Lahiriah. • Administrasi dan Screening POM. • Kesehatan umum calon Prajurit TNI dan kesehatan jiwa. • Kemampuan Jasmani ( Samapta “A”, “B”, Renang dan Postur/antropometrik). • Psikologi. • Penelitian Personel. • Akademis.

B.    Pendaftaran

1.   Untuk tanggal pendaftaran terbaru harap hubungi Lanud terdekat.
2.   Cara Pendaftaran, Calon datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan menunjukkan dokumen asli dan menyerahkan masing masing 2 (dua) lembar :

i.    Kartu Kewarganegaraan (bagi keturunan WNA).

ii. Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir atau foto copy yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang(Bupati/Wali Kota).

iii.   KTP calon dan foto copy K’I’P orang tua/wali yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

C.     Pemanggilan

1.    Para pelamar yang dipanggil pada saat menghadap di Lanud se tempat harus membawa serta :

a.   Surat panggilan.
b.   Surat Lamaran yang ditulis tangan sendiri ditujukan kepada :
Kepala Staf TNI Angkatan Udara
U.P Kepala Dinas Administrasi Personel
Cilangkap,
Jakarta Timur.
c.   Daftar Riwayat Hidup yang ditulis tangan sendiri.
d.   Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir dari Bupati/Walikota.
e.   Surat Persetujuan/Ijin Orang Tua/Wali yang diketahui oleh Lurah/Kepala Desa se tempat. Pelamar yang persetujuannya diberikan oleh wali tetapi masih memiliki Orang Tua, harus disertai Surat Kuasa Penunjukan Wali oleh Orang Tua yang bersangkutan.
f.   Membawa semua ijasah asli dan foto copy mulai SD sampai sekolah menengah terakhir dan DANEM, khusus untuk foto copy ijasah pendidikan dan DANEM harus sudah dilegalisir oleh pejabat set empat yang berwenang (Kakanwil Depdiknas bagi sekolah Swasta dan Kepala Sekolah yang bersangkutan bagi Sekolah Negeri).

g.  Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Kapolres se tempat yang berlaku selambat -lambatnya sampai dengan tanggal 1 Agustus tahun pendaftaran.

h. Surat Pernyataan belum pernah menikah dan kesanggupan tidak akan menikah selama dalam pendidikan pertama TNI dan Pendidikan Dasar golongan serta lanjutan yang diketahui oleh orang tua/Wali serta Lurah/Kepala Desa se tempat.
i.   Surat Pernyataan kesanggupan ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah Indonesia yang diketahui oleh orang tua/Wali serta Lurah/Kepala Desa se tempat.
j.   Surat Persetujuan/Ijin dan Kepala Jawatan/Instansi yang dibubuhi cap Instansi, bagi mereka yang sudah bekerja.
k.   Kartu Keluarga (KK).
l.   Bagi yang masih duduk di kelas III SMU,agar melampirkan raport kelas I s.d III semester I serta membawa surat keterangan dari Kepala Sekolah bahwa calon adalah siswa kelas Ill yang terdaftar sebagai peserta Ebtanas.
m.   Pas foto hitam putih terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak 16 lembar.

2.    Semua surat-surat tersebut di atas disiapkan masing-masing 5 ( lima ) lembar, 1 (satu) lembar asli dan 4 (empat) 1embar fotocopy/salinan.

3.   Tempat Pendaftaran pada Panda/Subpanda di Lanud :
• Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta, DKI Jaya. • Lanud Abdul Rahman Saleh di Malang, Jawa Timur. • Lanud Adi Sutjipto di D.I. Yogyakarta , dan SMU TN Jawa Tengah.• Lanud Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. • Lanud Surabaya di Surabaya, Jawa Timur. • Lanud Adi Sumarmo di Surakarta, Jawa Tengah. • Lanud Medan di Medan, Sumatera Utara. • Lanud Pekan Baru di Pekan Baru, Riau. • Lanud Hasanuddin di Makasar, Sulawesi Selatan. • Lanud Wiriadinata di Tasikmalaya, Jawa Barat. • Lanud Iswahyudi di Madiun, Jawa Timur. • Lanud El Tari di Kupang, Nusa Tenggara Timur. • Lanud Jayapura di Jayapura, Irian Jaya. • Lanud Padang di Padang, Sumatera Barat. • Lanud Palembang di Palembang, Sumatera Barat. • Lanud Balikpapan di Balikpapan, Kalimantan Timur. • Lanud Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat. • Lanud Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara. • Lanud Ngurah Rai di Denpasar, Bali • Lanud Rembiga di Lombok. • Lanud Manuhua di Biak dan Lanud Sultan Iskandar Muda di Aceh.

D.   Pendidikan Pertama. Calon yang dinyatakan lulus dan terpilih menjadi Karbol Akademi Angkatan Udara akan langsung mengikuti Pendidikan Dasar Keprajuritan di Akmil Magelang selama 1 tahun, selanjutnya mengikuti Pendidikan di AAU selama 3 tahun.

E.   Pengangkatan Pertama. Setelah lulus dari pendidikan pertama diangkat menjadi perwira dengan pangkat Letnan Dua dan diarahkan untuk Korps/jurusan :

1.   Penerbang/Navigator.
2.   Tehnik Pesawat Terbang.
3.   Elektronika.
4.   Pembekalan.
5.   Administrasi.
6.   Pasukan/Pom.
7.   Khusus.

F.    Lain-lain.

1. Selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan/pengujian, terhadap para calon Karbol Akademi Angkatan Udara tidak dipungut biaya apapun.
2.   Formulir pendaftaran dan lainnya disediakan di Panda se tempat.
3.   Tidak menerima calon yang melakukan perbaikan DANEM dengan cara sudah lulus dari satu sekolah kemudian pindah dan ikut ujian di sekolah lain.
4.   Keterangan lebih rinci dapat diperoleh di tempat pendaftaran dan/atau Lanud terdekat.

Pendaftaran Prajurit Karier dan Sekbang TNI Januari 20, 2010

Posted by Sanjaya in Militer.
1 comment so far

FORMASI_PAPK_20_agu09

Kronologi Perseteruan Arab – Israel Januari 14, 2010

Posted by Sanjaya in Israel Vs Palestine.
add a comment

Tuesday, December 30, 2008 — danangekonuryanto

Berikut merupakan kronologi perseteruan antara Arab dengan Israel. Tulisan ini aku peroleh dari milis semoga dapat dijadikan pelajaran yang bermanfaat nantinya. Kronologi ini dimulai dari tahun 1882 M sampai dengan Sept 1993. Untuk tahun 1993 sampai sekarang bisa di cari di internet atau media laennya.

1882 M Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina sebagai keberhasilan
kampanye Inggris dan Zionis yang berselubung agama, simpati dan kemanusiaan
bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

1891 M Para tokoh pribumi Palestina di Yerusalem mengirimkan petisi kepada
pemerintah Ottoman di Konstantinopel (Istambul), menuntut dilarangnya
imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina.

1896 M Yahudi di bawah Theodore Herzl telah merampungkan sebuah doktrin
baru Zionisme sebagai langkah gerakan politik untuk mendirikan negara
Yahudi/Israel.
Mereka mendapat inspirasi untuk menunggangi negara besar dalam merealisir
rencana mereka.

1897 m Theodore Herzl menggelar kongres Zionis dinia pertama di Basle,
Swiss. Kongres itu bercita-cita mendirikan negara Israel di Palestina.
Keputusan Zionis itu mendapat dukungan Inggris karena sesuai dengan
politik imperialisme Inggris.

1916 M Perjanjian rahasia (persekongkolan) Sykes-Picot oleh sekutu –
Inggris, Perancis dan Rusia yang dibuat di saat yang tepat, yaitu meletusnya
perang dunia I, untuk mencengkram wilayah Arab dari kesultanan Ottoman
dan membagi- bagikannya di antara mereka. Inggris memperoleh pengendalian
terbesar atas Palestina. Kecuali Galilea di bawah Perancis, bagian selatan
dan Yerusalem diurus bersama. Sedang Syiria dan Libanon bagi Perancis.

1917 M Menteri luar negeri Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour,
dalam deklarasi Balfour, memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord
Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina
dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi di Palestina. Lima tahun
kemudian, Liga Bangsa-bangsa – sekarang PBB – memberikan mandat kepada
Inggris untuk menguasai Palestina.

1929 M Setelah pecahnya serangkaian pertikaian antara pribumi Arab Palestina
dengan para pemukin Yahudi, maka inggris mengirim komisi Shaw dan John Hope
Simpson untuk menyelidiki. Dan merekapun menyimpulkan bahwa imigrasi besar-
besaran Yahudilah penyebabnya.
Passifield White Paper dikeluarkan dari hasil perundingan utusan Inggris
dengan
utusan Palestina. Rekomendasi tersebut untuk mengatasi pertikaian-pertikaian
yang
telah meledak antara pribumi Arab Palestina dengan minoritas pemukim Yahudi
dan pemukim baru Zionis. Isinya menegaskan pembatasan yang ketat terhadap
Imigrasi orang-orang Yahudi yang merupakan pangkal kerusuhan di sana.

1931 M Perdana Menteri Inggris Ramsey Mac Donald secara tegas menolak
Passifield White Paper dalam surat resminya kepada tokoh zionis Chaim
Wizman.
Sebagai akibatnya arus imigran Yahudi semakin meledak. Dan ini menyebabkan
peningkatan kerusuhan Arab-Yahudi sepanjang dekade 1930-an.

1936 M Rakyat Arab Palestina memberontak terhadap pendudukan Inggris dalam
upaya menghentikan imigran Yahudi yang semakin deras atas dukungan Inggris
merampas ruang hidup rakyat palestina. Satuan-satuan Inggris, pemukiman
Yahudi dan pemukiman baru Zionis mendapatkan serangan.

1937 M Kongres Pan Arab diadakan di Bludan, Syria, yang membahas masalah
Palestina dengan menentukan sikap bersama Arab.

1938 M Kongres antara parlemen negara-negara Arab dan Islam diadakan di
Kairo untuk pembelaan Palestina. Dicetuskan resolusi yang menuntut
penghentian
imigrasi orang-orang Yahudi dan pembentukan negara Palestina merdeka,
sebagai negara arab yang bersatu dan berswapraja.

1939 M Setelah kegagalan Inggris menciptakan rekonsiliasi Arab Zionis atas
masalah Palestina dalam Konferensi London, maka Inggris menerbitkan apa yang
disebut sebagai buku putih yang memberlakukan pembatasan terhadap imigrasi
Yahudi ke Palestina di masa depan. Namun nyatanya buku putih itu hanya
pengelabuan terhadap bangsa Arab. Inggris ternyata menolak melaksanakan isi
buku butih itu dan tetap melaksanakan Deklarasi Balfour.

1944 M Inggris secara terbuka memaparkan politiknya suatu kongres partai
buruh yang berkuasa, yakni, “Membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk
negeri itu, jika mereka menghendaki menjadi mayoritas. Masuknya mereka
terus-menerus akan juga mendorong keluarnya pribumi arab dari sana”.

1947 M PBB memberikan rekomendasi pemecahan Palestina menjadi dua,
negara Arab dan Israel. Hal ini menampar prinsip keadilan. Suatu tragedi
yang
dipaksakan imperialis dan Zionis bersama-sama.

1948 M Inggris mundur dari Palestina karena mandatnya dari PBB sudah habis.
Para pemukim Yahudi mengumumkan kemerdekaan negara Israel, sambil
melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih amat lemah,
sehingga menimbulkan peperangan dengan negara-negara Arab tetangganya.
sebelum pelaksanaan pembagian wilayah, Israel berhasil merebut daerah Arab
Palestina yang telah ditetapkan PBB. Sedangkan tepi barat (wilayah Yordania)
Jalur Gaza (wilayah Mesir) masih berada di tangan Arab.

1948 13 Mei Atas perintah Inggris pasukan Yordania yang dipimpin oleh
panglima bangsa Inggris ditarik dari Palestina bersama pencegahan passukan-
pasukan Arab lainnya memasuki Palestina. Itu semua menjelang habisnya masa
perwalian Inggris di Palestina.
Gerombolan-gerombolan bersenjata Zionis menyerang dan membantai Pribumi
Palestina termasuk perempuan dan anak-anak dalam jumlah yang mengerikan di
ssetiap kota dan desa, antara lain Dyr Yassin, Haifa, Yerussalem, Jaffa dan
Theberia dll. Kota-kota dan desa-desa tersebut direbut dan penduduknya
mereka kosongkan, sebagian terbantai dan sebagian mengungsi ke luar.

1948 14 Mei Yahudi mengumumkan berdirinya negara Zionis Israel disaat yang
tepat, yaitu sehari sebelum Inggris resmi meninggalkan Palestina dalam masa
perwaliannya yang hampir habis. Hingga lahirlah negara baru Israel dalam
perlindungan imperialis Inggris. Suatu perencanaan yang paling cermat dalam
sejarah imperialisme.

1948 15 Mei Inggris resmi meniggalkan Palestina saat agresi Yahudi
bersenjata masih berlangsung terhadap rakyat Palestina yang masih amat
lemah. Suatu kesempatan bagi Yahudi untuk menduduki lebih banyak lagi
wilayah sebelum pelaksanaan pembagian wilayah oleh PBB bila sudah
diserahkan Inggris.
Gerombolan Zionis Israel dari gerombolan Hagana, Irgun dan lainnya dengan
brutal masih menyerbu, kini ke Negeve (selatan Palestina) di saat pejuang
Palestina makin terpojok. Dua negar Arab, Irak dan Yordania di bawah
Abdullah dan Raja Abdullah telah diatur oleh Inggris berkhianat kepada
rakyat
Palestina.
Belakangan diketahui bahwa tanpa sepengetahuan dunia Arab, Raja Abdullah
telah berkhianat dengan membuat persetujuan rahasia dengan Inggris. Ia
menyetujui pembagian Palestina. Ini disembunyikan dengan rapi, dengan
membuat pernyataan palsu tentang pembelannya terhadap Palestina.

1948 Okt. Akhirnya Yahudi merebut Negeve (Negeb) karena segala
kemudahan dari Inggris, disebabkan pula oleh keterpukauan para pemimpin
Arab saat itu. Inggris menyadari benar arti pentingnya Negeve untuk
menguasai
terusan Suez.

1948 2 Des. Protes keras Liga Arab karena tindakan Amerika serta usaha-usaha
sekutunya Inggris berupa dorongan-dorongan dan fasilitas yang mereka berikan
terus bagi imigrasi Zionis ke Palestina.

1956 Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser menasionalisasikan terusan Suez.
29 Okt. Israel dengan bantuan pasukan Inggris dan Perancis melancarkan
serangan ke semenanjung Sinai sampai mendekati terusan Suez. Karena
mendapatkan tekanan dari Amerika Serikat, Inggris dan Perancis menarik
pasukannya. Peristiwa ini sebagai bukti, Zionis adalah ujung tombak
imperialis Barat di Timur Tengah.

1958 Perang saudara di Libanon meletus untuk pertama kalinya sebagai ke-
lanjutan dari politik devide et impera yang ditanamkan Inggris dan Zionis.

1964 Para pemimpin Arab memutuskan pembentukan PLO (Palestina Liberation
Organitation).

1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syiria selama enam hari dengan
dalih serangan pencegahan. Israel berhasil merebut semenanjung Sinai dan
jalur
Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem
(Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara ketiga negara
itu
karena memperoleh bantuan informasi intelejen yang berasal dari Amerika
sebelum melaksanakan serangan itu.

1967 Nov. Dewan keamanan PBB mengeluarkan resolusi nomor 242, untuk
perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang
enam hari, pengakuan semua negara di kawasan itu dan menyelesaikan secara
adil masalah pengungsi Palestina.

1968 Israel melancarkan serangan ke Libanon dengan sasaran pangkalan
pejuang Palestina di kamp pengungsi Karameh, namun kemudian dipukul mundur
oleh pejuang Palestina dan tentara Yordania.

1969 Yasser Arafat terpilih sebagai ketua Komite Eksklusif PLO.

1970 Karena kekuatan-kekuatan kelompok-kelompok gerilyawan Palestina di
Yordania semakin kuat dan berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi
perjuangan rakyat Palestina, menimbulkan permusuhan antara PLO dan Yordania,
karena negara itu sebagai basis PLO dikecam oleh opini dunia. Akibatnya
timbul
perang saudara antara PLO dengan Yordania dan berakhir dengan pengusiran
markas PLO dari Yordania ke Libanon.

1973 6 Oktober Mesir dan Syiria menyerang pasukan Israel di semenanjung
Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasa Yahudi Yom Kippur, untuk
merebut kembali wilayahnya yang diduduki Israel. Pertempuran ini dikenal
dengan Perang Oktober.

1973 22 Oktober Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 338, sebagi
perintah gencatan senjata, pelaksanaan resolusi 242 dan perundingan
perdamaian di Timur Tengah.

1974 PLO ditegaskan sebagi wakil yang sah dari bangsa Palestina dalam
sebuah konferensi puncak Negara-negara Arab di Rabat, Marokko.

1975 Kembali meletus perang saudara antar golongan di Libanon sebagai
buah dari bibit yagn ditanam dulu oleh imperialis dan Zionis.

1977 Presiden Mesir Anwar Sadat pergi ke Yerussalem tanpa berkonsultasi
dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel bersedia
mengembalikan seluruh semenanjung Sinai. Tindakan ini mengakibatkan
sistem Arab pecah menjadi beberapa kubu dan pertentangan pandangn
politiknya. Negara-negara Arab mengecam pemimpin Mesir itu sebagai
pengkhianat.

1978 September Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang
diprakarsai oleh Amerika Serikat. Perjanjian itu memberikan otonomi terbatas
kepada Rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan. Israel tetap menolak
perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Peristiwa ini
mengakibatkan Mesir terisolir dari gelanggang politik Arab.

1979 17 Menteri Luar Negeri yang secara kolektif merupakan dewan Liga Arab
membentuk Komite Solidaritas Arab mengatasi gejolak-gejolak perpecahan di
dalam sistem Arab.

1979 Ayatullah Khomeine memaklumkan Revolusi Islam di Iran yang
menumbangkan rezim Syah Reza Pahlevi.

1980 Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota
Yerussalaem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota Israel. Suatu Kesewe-
nangan yang kesekian kalinya menampar prinsip keadilan di bumi ini.

1980 Pecah perang Iran-Irak yang berkepanjangan sampai 8 tahun.

1982 Juni hingga Nopember Israel menyerang Libanon (mereka menamakan
operasi Galilea), dan bersama-sama milisi Phalangis membantai ratusan orang
Palestina di perkemahan kaum pengungsi Sabra dan Shatila di Beirut.
Pemimpin Phalangis Bashir Gemayel terbunuh.

1983 Kedutaan besar Amerika Serikat dan Markas Korps Marinir Amerika di
Beirut diledakan bom mobil bunuh diri.

1987 ‘Intifadah’ – perlawanan oleh orang-orang Palestina tanpa senjata
terhadap tentara Israel mulai meledak di wilayah pendudukan Israel di Tepi
Barat dan Jalur Gaza.

1988 Des. Menlu Amerika, George P. Schultz membenarkan pembukaan dialog
dengan PLO setelah Arafat mau mengakui hak keberadaan negara Israel.

1989 Mei Perdana Menteri Israel, Yitzhak Shamir, menyerukan pengakhiran
keadaan perang antara negara-negara Arab dan Israel, dan pengakhiran boikot
Arab terhadap Israel, serta mengajukan rencana perundingan perdamaian Arab-
Israel, tetapi menolak berunding dengan PLO. Bulan September, Mesir
menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan awal antara Israel dan wakil-
wakil Palestina.

1989 Okt. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, James Baker, mengajukan
rencana lima butir perdamaian Timur Tengah, sebagai gabungan rencana Israel
dan Mesir untuk melaksanakan pertemuan tiga pihak, yakni Mesir, Israel dan
Amerika Serikat guna mengadakan perundingan Israel dan Palestina.

1990 Agustus Irak menyerbu Kuwait. Ketua PLO Yasser Arafat menyatakan
mendukung Presiden Irak Saddam Hussein. Terjadi lagi perpecahan dan
pergeseran persekutuan antar Arab menjadi dua kubu.

1991 Maret Presiden Amerika Serikat George Bush menyatakan berakhirnya
perang teluk dan membuka kesempatan bagi penyelesian konflik Arab-Israel.

1991 Okt. Negara-negara Arab dan Israel mengadakan perundingan di Madrid,
Spanyol dengan sponsor Amerika Serikat dan Uni Soviet, untuk menyelesikan
masalah konflik Arab-Israel.

1993 Sept. PLO-Israel menyatakan saling mengakui eksistensi masing-masing
dan Israel memberi hak otonomi kepada PLO kota Yericho dan Gaza.
Pengakuan itu mendapat reaksi kecaman keras dari pihak Radikal Israel maupun
kelompok kelompok Palestina yang tidak setuju.

dikutip dari: II, III
Arab & Israel, Conflict or Conciliation
Penerjemah: Drs. Djamaluddin Albunny

Possibly related posts: (automatically generated)

* Budaya Dzikir
* Monalisa Smile
* KKN 2007-2008
* AS Berusaha Lukiskan Iran sebagai Ancaman bagi Arab, bukan Israel

PROFIL TARUNG DERAJAT Januari 12, 2010

Posted by Sanjaya in Profil Tarung derajat.
add a comment


DEFINISI :

Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani.  Didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerak seluruh anggota tubuh beserta bagian bagian penting lainnya untuk memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, yaitu : Kekuatan – Kecepatan – Ketepatan – Keberanian dan Keuletan pada Sistem Teknik – Taktik dan Strategi Ketahanan dan pertahanan diri yang dinamis dan agresif dalam bentuk Pukulan, Tendangan, Bantingan dan Kuncian, serta mampu digunakan secara Praktis dan Efektif terutama pada upaya Pembelaan Diri .

HAKEKAT TARUNG DERAJAT :

Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani secara Realistis dan Rasional, didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerakan-gerakan seluruh anggota dan organ tubuh serta bagian-bagian penting lainnnya, dalam rangka memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, antara lain yaitu : Kekuatan – Kecepatan – Ketepatan – Keberanian dan Keuletan, yang melekat dengan Dinamis dan Agresif dalam suatu Sistem Ketahanan / Pertahanan diri serta Pola Teknik, Taktik dan Strategi Bertahan menyerang yang Praktis dan Efektif bagi suatu Pembelaan Diri.  Untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan, Kesehatan dan Kesempatan Hidup sebagai Manusia yang berhakekat, seperti mampu menghindari dan menjauhkan sikap hidup permusuhan dan kesombongan, pencegahan dan pemulihan penyakit fisik dan mental, serta mampu mensyukuri kehidupan dan berbuat amal kebaikan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani di atas tadi berasal dan diperoleh dari proses Fikiran Rasa dan Keyakinan atas dan tentang berbagai macam sifat, motif dan bentuk serta cara datang kemudian menerima dan menyikapi serta menjawab peristiwa-peristiwa terjadinya suatu kejadian hidup yang dialami dan teralami sendiri di dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang garapan hidup yang ditekuni secara Realistis dan Rasional pada setiap tatanan ruang lingkup, tataran dan tingkatan kehidupan yang diganti selaras dengan adab-adabnya dalam rangka berinteraksi hidup keluarga, masyarakat, hingga bernegara dan berketuhanan YME.  Pengalaman tersebut bergulir secara alamiah dari waktu ke waktu sejak masa kecil bergerak sepanjang hayat.

Rangkaian dari suatu proses pengalaman hidup tersebut ditata dalam bentuk paduan imajinasi yang sarat dengan hasrat perjuangan dan kerja keras untuk merubah nasib, tertata dalam bentuk paduan kreativitas.  Paduan imajinasi menyatu dengan paduan kreativitas melahirkan suatu tindakan hidup yang praktis dan efektif.  Dan tindakan moral yang dilakukan dengan konsisten pada setiap menghadapi tantangan dan tuntutan hidup, merefleksi dalam paduan Keberanian Moral.

PRINSIP TARUNG DERAJAT :

JADIKANLAH DIRIMU OLEH DIRI SENDIRI !

MENJADI PRINSIP PELATIHAN TARUNG DERAJAT

Dengan imajinasi, kreativitas dan keberanian moralnya, sosok pribadi anak bangsa bernama Achmad Dradjat membina diri, menempa fisik dan mental, menjawab tantangan dan memenuhi tuntutan hidup.

Serta membentuk jati diri sendiri secara mandiri dan tersendiri.  Hal ini ditandai dengan menerapkannya nama julukan dengan panggilan AA BOXER.  Nama panggilan AA BOXER melekat pada Achmad Dradjat setelah dirinya mampu dan berhasil menciptakan dan menerapkan suatu cara Pembelaan Diri karya ciptanya pada kehidupan sehari-hari dimana diperlukan dan penting melakukan suatu pembelaan diri demi memelihara diri dan membela kemanusiaan

MENGENAL TARUNG DERAJAT. Januari 12, 2010

Posted by Sanjaya in Mengenal Tarung Derajat, Tarung Derajat.
add a comment

AKU RAMAH BUKAN BERARTI TAKUT

AKU TUNDUK BUKAN BERARTI TAKLUK.

BOX ! SALAM PERSAUDARAAN.

TARUNG DERAJAT itu  Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri yang memiliki ciri khas dan kemandirian tersendiri, seperti Sistem Pembelaan Diri Reaksi Cepat  yang Praktis dan Efektif dengan gerak anggota tubuh yang Realistis dan Rasional. Hal itu adalah,  Logika dan Tindakan Moral yang memanfaatkan senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan dan Kesehatan hidup, seperti Menghindari dan mempertahankan diri dari segala bentuk tindak kekerasan yang merusak derajat moral kemanusiaan dan Menghormati persamaan hak dan kewajiban dalam pergaulan umum dimanapun berada, serta Pencegahan dan Pemulihan penyakit fisik dan mental yang menumbuhkan kerusakan pada tatanan kehidupan, misalnya: Persaingan hidup dan Keserakahan.

Senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani tersebut berasal dan diperoleh  antara lain, yaitu dari: Didikan Akhlak budipekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan oleh kedua orang tua dan tertanam serta terpelihara secara berdisiplin sejak masa kecil, dari gerak reflek anggota tubuh dan bagian penting lainnya yang alami sebagai bagian dari kelengkapan hidup bawaan lahir yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana kepada setiap mahluk hidup ciptaannya yaitu suatu kemampuan gerak alami mempertahankan diri untuk bertahan hidup dari sesuatu bahaya yang mengancam kehidupannya, antara lain:  Naluri, Insting dan Garisah, serta dari hasil terapan Pengalaman Hidup lainnya yang menjadi magnit dan pendorong yang kuat untuk membangun sendiri secara mandiri suatu cara mempertahankan dan menahan diri  yang tersendiri dan bermanfaat dalam penyelenggaraan KEHIDUPAN selaras dengan Kodratnya. Sebelum senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani melekat pada seluruh Anggota Tubuh beserta bagian-bagiannya dan dijadikan sebagai alat untuk Pembelaan Diri, haruslah difikirkan, dirasakan dan diyakini akan keamanan dan keampuhannya. Untuk menjamin hal itu senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani tersebut harus melalui serangkaian Proses Uji tentang Daya Serang dan Daya Tahan , Sifat Fisik dan Sikap Mental  serta Khasiat dan Manfaatnya, sehingga dapat ditentukan bentuk Teknik, Taktik dan Strategi Mempertahankan dan Menahan Diri yang paling patut dan sangat pantas untuk diciptakan secara khusus dan diterapkan  melalui cara yang tersendiri dalam arena kehidupan sehari-hari untuk ditumbuh kembangkan serta diorganisir dengan pola hidup yang mandiri dan alamiah. Pada penciptaan dan penerapan selalu dilakukan penelitian dan ketelitian mutu teknik, taktik dan strategi untuk menjamin agar alat pembelaan diri dapat dikuasai dengan mutu terjamin  dan dapat digunakan sesuai dengan derajat kebutuhan dan peruntukannya.

Fikiran, Rasa dan Keyakinan tentang Hikmah yang terkandung dibalik terjadinya kejadian – kejadian hidup yang mengguncang perasaan batin

TARUNG DERAJAT (TARUNG DRADJAT), adalah Logika dan Tindakan Moral yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot – Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya PEMBELAAN DIRI yaitu Pemeliharaan Keselamatan dan Kesehatan Hidup, seperti Pencegahan dan Pemulihan Penyakit fisik dan Mental serta mempertahankan dan menahan diri demi tegaknya kehidupan yang bermartabat.

Senyawa Daya Gerak Otot – Otak serta Nurani tersebut berasal dan diperoleh dari: Didikan Akhlak Budipekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan oleh kedua  Orang tua dan melekat secara terpelihara sejak masa kecil, dari Reflek Gerak Tubuh  alami sebagai  bagian dari kelengkapan hidup yang di Anugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap mahluk hidup ciptaannya, antara lain:  Naluri, Insting, dan  Garisah, serta hasil dari terapan Pengalaman hidup sendiri.

Sebelum senyawa diserap dan meresap serta melekat pada setiap gerak anggota tubuh kemudian  digunakan sebagai Alat untuk Perlindungan diri, haruslah di Fikirkan, di Rasakan dan di Yakini  akan Keamanan dan Kemanfaatannya,  untuk menjamin hal itu Senyawa Daya Gerak Otot – Otak serta Nurani, harus melalui rangkaian Proses UJI, tentang: Khasiat, Daya Tahan dan Serang, serta Sifat Fisik dan Sikap Mentalnya, sehingga dapat  dibangun bentuk  dari pada Sistem Pembelaan Diri yang paling Realistis dan Rasional serta sangat Praktis dan Efektif untuk menyikapi dan menjawab kejadian dan tantangan hidup yang merusak harkat martabat atau derajat kemanusiaan dan tatanan kehidupannya.

Berbagai macam cara, upaya dan pengorbanan dilakukan didalam membangun system teknik, taktik dan strategi  pertahanan dan ketahanan diri ini, perjuangan hidup tersebut terkordinasi dalam tahapan proses pembelajaran dan pemberlatihan olah gerak anggota badan beserta bagian-bagian pentingnya, seperti: bagian  kepala, tangan, kaki dan perangkat tubuh lainnya dalam bentuk gerakan yang sesuai dengan fungsi dari pada anggota tubuh tersebut, misalnya Pukulan , Tendangan , Hindaran , Tangkisan , Bantingan dan Kuncian serta gerak tubuh lainnya yang terkait dalam kepentingan  gerakan beladiri. Pada penerapannya yang dipraktekan langsung dalam kehidupan sehari-hari dimana        diperlukan dan butuh berkelahi guna menyelamatkan kelangsungan hidup, menegakkan kehormatan dan membela kemanusiaan serta sambil menguji kemampuan hasil belajar dan berlatih diri sendiri. Dan sesungguhnya kebiasaan berkelahi tersebut menjadi bagian dari proses penempaan fisik dan mental yang sangat memiliki pengaruh pada pembentukan jati diri seni Pembelaan Diri ini dari perkelahian jalanan ini pula kemudian dikenal istilah TARUNG BEBAS yang kemudian menjadi salah satu cirri khas dari Seni  Ilmu Olah Raga Bela Diri ini.

“TARUNG DERAJAT.yaitu : “ Ilmu Olah Raga Seni Beladiri yang memanfaatkan Senyawa daya gerak Otot – Otak serta Nurani didalam Pembelajaran dan Pemberlatihan Gerak seluruh anggota tubuh beserta bagian-bagian pentingnya, antara lain Kepala, Tangan, Kaki dengan segala keinderaannya didalam lingkup Proses penempaan fisik dan Mental dalam rangka menguasai dan menerapkan 5 unsur Daya Gerak Moral, yakni: Kekuatan-Kecepatan-Ketepatan-Keberanian dan Keuletan, dalam Teknik, Taktik dan Strategi Mempertahankan dan Menahan Diri yang Agresif dan Dinamis pada bentuk Pukulan, Tendangan, Hindaran, Kibasan, Bantingan, Kuncian serta gerak Bertahan Menyerang lainya yang Praktis dan Efektif, bagi suatu Pembelaan Diri yang Realistis dan Rasional “.  Pada proses pembentukan dan penerapan selalu dilakukan  pengkajian Derajat  teknik, taktik dan strategi pertahanan dan ketahanan diri untuk menjamin agar Sistem Pembelaan Diri

terserap dan melekat pada  anggota tubuh dengan Derajat terjamin serta dapat digunakan dalam arena Kehidupan sehari-hari  sesuai dengan peruntukan dan kepentingannya.

Tarung Derajat dilahirkan di Bumi Persada Indonesia tercinta di kota Bandung Jawa Barat pada tanggal 18 Juli 1972, yang ditandai dengan Ikrar pendirian Perguruan Pusat Tarung Derajat oleh Sang pendiri tunggalnya, yaitu Pencipta Tarung Derajat  bernama :   ACHMAD DRADJAT  yang akrab dipanggil dengan nama sebutan  “AA BOXER”. Nama sebutan tersebut diterapkan dan terpatri pada Sang Guru Achmad Dradjat untuk menandai dirinya sendiri yang telah mampu dan berhasil meraih tahapan  awal dari suatu proses Perjuangan panjang, antara lain: Melakukan perlawanan diri terhadap suatu  Tindak Kekerasan Fisik yang mengancam Keselamatan dan kesehatan hidupnya, tindak perlawanan tersebut dilakukan dengan kemampuan fisik yang terbangun dan dibangun dari hasil proses Renungan dan Pelatihan diri .

KEHIDUPAN pada Hakekatnya, adalah merupakan Interaksi antara Manusia dengan Alam semesta, Manusia dengan Lingkungannya, Manusia dengan Manusia lainnya, Manusia dengan Dirinya sendiri, serta Manusia dengan Tuhannya.

Selaras dan sejalan dengan Hal-hal diatas tadi, adalah sosok Guru Achmad Dradjat seorang putra bangsa Indonesia yang akrab dengan nama panggilan AA BOXER. Sejak usia remaja 13 tahun  Berjuang Diri mencari dan menggali sendiri secara mandiri, untuk memiliki dan menguasai Sesuatu Hal yang Khas dan tersendiri, guna Menyelamatkan dan Menyehatkan Kelangsungan Hidupnya.

Kehidupan masa kecil Sang Guru Achmad Dradjat yang mempunyai postur tubuh Lebih Pendek dan kurus bila dibanding dan ditandingkan dengan anak-anak sebayanya yang berumur rata-rata sama, kelebihan badan luarnya itu terimbangi dengan sifat dan sikap bawaan hidup yang Berani dan Ulet serta selalu  Realistis dan Rasional dalam  Berkehidupan. Hidup dan dibesarkan disuatu tempat tinggal yang peri kehidupan masyarakatnya sangat keras dan heteorogin,

terimbangi  yang lebih         itu adalah Suatu Ilmu Olah Raga Seni Bela Diri, yang dinamakan  “ TARUNG DERAJAT “.  memanfaatkan senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya menguasai dan menerapkan 5 (Lima) Unsur Daya Gerak Moral , antaralain : Kekuatan, Kecepatan, Ketepatan, Keberanian dan Keuletan, pada Sistem Mempertahankan dan Menahan Diri

Bermacam cara , upaya dan pengorbanan dilakukan dalam kesendirian oleh Achmad Dradjat dan secara mandiri serta tersendiri pula mencari dan menggali suatu cara , tempat dan sarana , prasarana lainnya yang Praktis dan Efektif untuk suatu Penempaan diri , hal itu dikerjakan sejalan dengan penyelenggaraan hidup sehari-hari ditengah kerasnya Kehidupan yang ditapakinya  dari saat ke saat  semasih hidup pada masanya , seiring dengan bergulirnya sang waktu Perjuangan hidup pribadi Achmad Dradjat yang syarat mengalami berbagai Tindak Kekerasan dan diwarnai bermacam Perkelahian fisik dan mental yang menguras Tenaga ,fikiran dan Perasaan yang terjadi  secara alami maupun terprogram baik yang disebut perkelahian jalanan maupun ditempat-tempat umum lainnya  saat berlatih Beladiri lainnya pada upaya uji banding dan tanding dengan cara bela diri yang sedang dibangunnya.: “ ILMU OLAH RAGA SENI BELA DIRI “ ( Ilmu adalah Pengetahuan, Kepandaian atau Keterampilan – Olah adalah Mengolah, Menggodok atau Menempa dan Raga adalah badan dengan seluruh perangkatnya atau wadah dari jiwa – Seni adalah Kesanggupan akal fikiran untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi dan bermanfaat atau Karya yang diciptakan dengan Kemampuan luar biasa – Bela adalah Membela, Menjaga, Merawat, Menahan, Memelihara dan Diri adalah Sendiri, orang yang terpisah dengan orang lain atau Pribadi yang Mandiri).

Pada Proses Pembentukan dan Pembangunan System serta Pola dan Penerapan Teknik, Taktik dan strategi Ilmu Olah Raga Seni Bela Diri tersebut, setiap saat selalu dilakukan Pengujian  dan Pengkajian Derajat kemampuannya secara terus menerus dan bertahap untuk menjamin, agar CARA Mempertahankan dan Menahan Diri ini dapat dikuasai dengan baik dan terjamin  Keamanan dan Keampuhannya serta dapat dipakai sesuai dengan peruntukan dan kepentingan didalam memangku Kehidupan diatas muka bumi selaras dengan Kodrat Nya.

Sejalan dengan Perjuangan Hidup yang dilakukan Sosok diri Achmad Dradjat     yang Konsisten dan Konsekwen dengan segala resiko Perjuanganya

SEJARAH SINGKAT TARUNG DERAJAT Januari 12, 2010

Posted by Sanjaya in Asal mula Tarung Derajat.
add a comment

– AKU RAMAH BUKAN BERARTI TAKUT – AKU TUNDUK BUKAN BERARTI TAKLUK. Salam persaudaraan , BOX ! JADIKANLAH DIRIMU OLEH DIRI SENDIRI ! Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri TARUNG DERAJAT dideklarasikan kelahirannya dibumi persada Indonesia tercinta, di Bandung 18 Juli 1972 oleh peciptanya seorang putra bangsa yaitu Guru Haji Achmad Dradjat yang memiliki nama julukan dengan panggilan Aa Boxer.

Nama panggilan Aa Boxer diterapkan dan melekat pada diri Achmad Dradjat, setelah dirinya mampu dan berhasil menggunakan dan menerapkannya Seni Pembelaan Diri karya ciptanya didalam berbagai bentuk perkelahian, dimana butuh dan harus BERKELAHI atau BERTARUNG dalam rangka BERJUANG untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menegakan kehormatan dan membela kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan kodrat hidupnyanya. Jadi sebenarnya keberadaan Tarung Derajat itu adalah identik dengan perjalanan & perjuangan G.H.Achmad Dradjat yang juga dikenal dengan julukan Aa Boxer dan kini bergelar “SANG GURU TARUNG DERAJAT”. Perjalanan & Perjuangan hidup Achmad Dradjat dimulai sejak kelahirannya diatas muka bumi ini, Sang Guru Tarung Derajat dilahirkan di Garut 18 Juli 1951 dari pasangan Bapak dan Ibu H.Adang Latif dan Hj.Mintarsih dalam suasana sedang terjadi pertempuran melawan Gerombolan pemberontak yang dikenal dengan sebutan kelompok Darul Islam (D.I), dalam penyerangan tersebut kedua orang tua Achmad Dradjat sebagai Aktivis Pejuang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang setelah pasca Keemerdekaan menjadi anggota Polisi Istimewa, menjadi salah satu sasaran operasi dari penyerangan Gerombolan tersebut. Berkat kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dapat selamat dari peristiwa itu dan saat itulah Sang Guru lahir dalam keadaan sehat, ditengah kejaran para pemberontak. Peristiwa tersebut telah mengilhami kedua oranng tua Sang Guru memberikan nama DARAJAT (DRADJAT / DERAJAT), yang berarti Berkat yaitu suatu Rahmat karunia Tuhan Yang Maha Esa yang membawa atau mendatangkan kebaikan pada kehidupan manusia, seperti keselamatan dan kesehatan hidup atau kesejahteraan hidup atau juga sebagai harkat dan martabat hidup manusia.

Sejalan dan seiring dengan nilai-nilai riwayat Perjalanan & Perjuangan hidup yang dilakukan Sang Guru Achmad Dradjat alias Aa Boxer dalam menciptakan dan melahirkan Ilmu Bela Diri secara Alami, Mandiri, dan Tersendiri serta kejadian-kejadian hidup yang terjadi selalu dinikmati dengan totalitas berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tindakan-tindakan yang Realistis dan Rasional, dari hasil perjuangan hidup PRIBADI seperti itu, mencuat sebuah nama untuk diterapkan pada Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri Karya Ciptanya, yaitu : “TARUNG DERAJAT.” (Tarung, Bertarung adalah Berjuang dan Derajat adalah Harkat martabat kemanusiaan) Pada usia balita Achmad Dradjat pindah ke Bandung mengikuti perjalanan dinas kedua orang tuanya, tinggal di kawasan Tegallega suatu daerah yang keras dan berpenduduk sangat heteorogin dengan segala perilaku hidupnya yang dinamis. Situasi dan kondisi seperti itu sangat ditunjang dengan keberadaan sebuah lapangan sangat luas yang beraktivitas hampir 24 jam , berbagai macam bentuk kegiatan hidup terjadi dilapangan tersebut, seperti: berbagai kegiatan olah raga, perkealahian masal antar kelompok pemuda remaja, pemerasan, perampokan perjudian, pelacuran, dlsb yang berbau kriminalitas dan kemaksiatan serta dalam waktu-waktu tertentu bisa dan biasa juga dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya oleh seluruh kalangan masyarakat Bandung khususnya dan apabila sesuatu tindak kekerasan terjadi, tidak jarang masyarakat setempat yang berperilaku hidup baik-baik kerap menjadi korban tindak kekerasan, kejadian tindak kekerasan tersebut tidak terkecuali sering juga dialami oleh sosok remaja Achmad Dradjat.

Bagi Achmad Dradjat yang sejak masa anak-anak mempunyai postur tubuh lebih kecil dibanding dengan sesama anak lainnya dan sangat menggemari olah raga keras, seperti sepak bola dan beladiri, selain itu dirinya yang berkarakter berani dan ulet, menjadikan hidup dan dibesarkan dilingkungan seperti itu memiliki arti dan tantangan yang tersendiri. Berbekal didikan Akhlak Budi pekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan kedua orang tua dan tertanam serta terpelihara secara ketat dan berdisiplin sejak masa kecil. Aa, demikian dipanggil dalam lingkungan keluarganya (Aa adalah suatu panggilan dalam bahasa daerah sunda bagi anak laki yang tertua atau yang dituakan) mulai memasuki lingkungan yang keras, bermacam cara datang dan terjadi perekelahian antar kelompok maupun perorangan, pemerasan serta berbagai bentuk tindak kekerasan lain. Dalam lingkungan demikian sifat pemberani dan keinginan menolong teman yang dimilikinya, seringkali membuat Aa mengalami berbagai tindak kekerasan, perklelahian demi perkelahian harus ia lalui walau lebih sering kalah dari pada menangnya, dengan segala keuletan yang didasari oleh hasil didikan Akhlak dan ajaran Agama yang terus melekat, dirinya mampu meng hadapi dan mengatasi berbagai rintangan hidup setahap demi setahap secara pasti, hingga pada usia 13 tahun tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda remaja dan manusia lain yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab nyaris merenggut jiwanya. Bagaimana tidak, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya itu terjadi ditengah keramaian orang-orang yang hanya bisa menjadi penonton dan sebagian lainya hanya mampu menjadi penganiaya, dalam keadaan seperti itu Achmad Dradjat dituntut harus mampu bertahan hidup dalam kesendirian, bukan mempertahankan diri sampai lupa diri. Sesungguhnya dari kenyataan peristiwa tersebut sangat disadri hanya kerena Kebesaran dan Kekuasaan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang menghendaki nasib lain sehingga Aa dapat terselamatkan dari nasib yang lebih buruk lagi. Kejadian serupa terjadi dialami Achmad Dradjat pada saat belajar latihan beladiri secara resmi sebagai anggota suatu perkumpulan beladiri, dalam peristiwa tersebut dirinya dipaksa untuk berkelahi menggunakan teknik yang berlaku di beladiri itu sendiri melawan anggota senior yang bertubuh jauh lebih besar, dengan demikian Achmad Dradjat yang baru belajar dasar-dasar teknik perkelahian tidak mampu berbuat banyak selain bertahan diri, disaksikan anggota senior lain, pelatih dan guru besarnya yang ada diruang latihan lainnya.

Achmad Dradjat dengan teknik yang terbatas tadi seluruh badannya penuh dengan luka memar, namun demikian tidak ada fikiran dan rasa dari penyaksi termasuk guru besarnya untuk bertindak, menghentikan dan menyelamatkan perkelahian. Dalam kesendirian sosok remaja Achmad Dradjat kembali harus berjuang diri mempertahankan keselamatan dan kesehatan hidupnya. Dari perkelahian ke perkelahian itulah Achmad Dradjat secara alami dirinya tertempa dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup yang keras dan dari kerasnya kehidupan yang dialami sifat fisik dan sikap mentalnya terbina dan terbiasa untuk menerima kenyataan hidup secara realistis dan rasional. Kemampuan itu dimiliki karena pada dasarnya, setiap mahluk hidup telah dibekali kemampuan gerak reflek untuk bertahan hidup. Fikiran , rasa dan keyakinan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masanya dan terbayangi sepanjang usia, baik kejadian itu berupa musibah maupun anugerah, pengalaman tersebut pada dasarnya adalah bagian dari proses pembelajaran dan pelatihan otot, 0tak serta nurani untuk menentukan arah hidup yang lebih baik menuju pada kehidupan yang benar selaras dengan kodratnya. Berbagai macam kejadian dan pengalaman hidup yang terjadi dalam lingkup pembelaan diri yang berasal dan mengandalkan dari gerak reflek dan dorongan naluri ,insting atau garizah yang terus terjadi secara berulang tersebut, mengasah otot, otak serta nuraninya untuk terbiasa menghadapi berbagai ancaman dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup, yang berupa menjaga keselamatan dan kesehatan diri, menegakkan dan mempertahankan kehormatan serta membela kemanusiaan. Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan jurus dibentuk dan diuji dari perkelahian. Proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental dengan cara yang tersendiri dan mandiri. Gerakan tubuh yang kemudian menjadi jurus ini, seluruhnya didasari gerak reflek yang alamiah.

Dari penempaan praktis ini gerakan tubuh yang tercipta manjadi sangat efektif bagi suatu pembelaan diri. Gerakan dan jurus serta metode latihan didasari kemampuan alamiah. Semua ini sebenarnya dimiliki semua manusia sebagai fitrah dan bisa dikembangkan secara mandiri, inilah yang mendasari lahirnya sebuah prinsip hidup Tarung Derajat “Jadikanlah Dirimu oleh Diri Sendiri.” Hingga menginjak usia pemuda remaja, Achmad Dradjat telah menunjukan kemampuaan dan keunggulan dalam menghadapi berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Achmad Dradjat juga menularkan kemampuan beladirinya pada rekan-rekan dekat dan masyarakat lain yang membutuhkannya, yang sebagian besar memintanya untuk menjadi “Guru.” Akhirnya, pada tanggal 18 juli 1972 diikrarkan pendirian Perguruan Tarung Derajat yang menjadi tanda utama resminya kelahiran Ilmu Olah Raga Seni Ilmu Pembelaan Diri karya cipta Achmad Dradjat. Gelar “SANG GURU” menjadi sebuah panggilan kehormatan dan penghargaan sekaligus sebagai Saripati Jati Dirinya dari apa yang diperjuangkannya dalam menciptakan ILmu Olah Raga Seni Pembelaan Diri TARUNG DERAJAT bagi murid-murid dan Perguruan Pusat Tarung Derajat.

Sukses Story usaha penggemukan domba Januari 11, 2010

Posted by Sanjaya in Peternakan Kambing.
add a comment

Posted by: admin In: peluang usaha

kambing_21-300x200.gifDunia peternakan di Indonesia secara umum belum tumbuh dan berkembang dengan baik.  Terbukti, dengan maraknya impor sapi dari Australia dan lebih populernya daging ayam dan telur ayam broiler dibanding dengan daging dan telur ayam kampung. Hal ini disebabkan karena sektor peternakan masih dipandang sebelah mata, baik oleh pemerintah maupun swasta.

Hal ini menjadi tantangan bagi Budi Susilo Setiawan, Sarjana Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan menggeluti bidang peternakan. Berawal minat berwirausaha sejak menjadi mahasiswa, setelah lulus, Budi beserta tiga orang rekannya, alumni  Fakultas Peternakan IPB, yang lain mendirikan sebuah usaha penggemukan domba dan kambing bernama MT Farm. Bertempat di daerah Ciampea Bogor, MT Farm menjadi salah satu peternakan penggemukan dan penjualan domba di wilayah Jawa Barat. Usaha yang didirikan pada bulan September 2004 ini memiliki lahan kandang sekitar 500 m2, dengan kapasitas 900 ekor. Pengelolaan usaha ini menyerap warga sekitar sebagai karyawan.

Pengolahan ternak sudah mulai dilakukan secara terpadu yaitu dengan menggunakan sistem manfaat, semua yang ada pada domba atau kambing seperti daging, kulit, tulang kepala sampai dengan kotoran dapat dimanfaatkan tanpa ada yang dibuang. Biasanya domba atau kambing yang akan digemukkan, didatangkan dari daerah lain. Pemberian vitamin untuk pemulihan kondisi ternak yang baru datang dan tidak lupa diberikan obat untuk pencegahan penyakit. Selain itu juga diberikan obat cacing untuk mencegah ternak cacingan. Domba yang akan digemukkan dimasukkan ke dalam penampungan sementara untuk istirahat, kemudian dicukur dan dimandikan. Proses selanjutnya domba dipindahkan ke dalam kandang penggemukan. Kandang terdiri dari 4 lokal kandang koloni dan 1 lokal kandang individu. Total kapasitas mencapai 900 ekor domba. Penanganan kotoran atau limbah digunakan sebagai pupuk.

MT Farm mengupayakan pakan alami (rumput) dan konsentrat. Pemasaran ternak MT farm sendiri sebagian besar adalah lembaga aqiqah dan rumah potong hewan tradisional di wilayah Jabodetabek serta melayani kebutuhan masyarakat akan hewan kurban. Permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun belum bisa dipenuhi secara rutin karena tidak berimbangnya bibit domba dengan domba yang siap dijual atau layak dipotong. “Minimnya stok bibit domba/ kam­bing muda membuat kami belum mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, tercatat pada bulan-bulan biasa permintaan konsumen terhadap domba dan kambing mencapai 300 ekor, sedangkan puncaknya terjadi pada musim Hari Raya Idul Adha yaitu dapat mencapai 2000 ekor,” ujar ayah 2 orang anak ini. Bahkan beberapa bulan terakhir, Timur Tengah menawarkan ke Indonesia untuk menyuplai 1000 ekor per bulan, tetapi MT Farm masih belum sanggup. Penjualan kambing domba dalam bentuk hidup de­ngan ukuran domba dan kambing bervariasi antara lain : 20 kg, 25 kg, 30 kg, 35 kg, dan yang di atas 40 kg. Sistem penjualan domba menggunakan sistem timbang per kg. Harga berkisar dari Rp. 800.000 sampai dengan Rp 2,5 juta per ekor tergantung ukuran domba. Pemesanan dapat berupa daging atau ternak yang sudah dipotong.
PROFIL

Nama : Mitra Tani Farm (MT Farm)

Pemilik : Budi Susilo Setiawan, S.Pt. dkk

Alamat : Jl. Manunggal 51 No. 39

Rt 04/05 Desa Tegal Waru,

Kecamatan Ciampea,

Kabupaten Bogor.

sumber : Bangkittani.com

Beternak Kambing Etawa Januari 11, 2010

Posted by Sanjaya in Peternakan Kambing.
add a comment

Beternak kambing Peranakan Etawa sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat di wilayah Desa Donorejo ,Kec Kaligesing,Kab Purworejo,dan wilayah sekitarnya ,saya sendiri di luar kesibukan saya sebagai Kontraktor juga mencoba untuk berinfestasi , beternak kambing jenis Peranakan Etawa ini. sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, Namun apabila pemeliharaannya ditingkatkan atau dilakukan secara intensif ,tentu sangatlah memungkinkan untuk mendapatkan hasil yang lebih, dan juga menjadi salah satu alternative usaha sendiri yang prospektif.untuk memulai usaha ternak kambing jenis Peranakan Etawa ini. Ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan , di antaranya adalah:

1. Bibit ( calon indukan atau calon pejantan )

2. Makanan Ternak .HMT( Hijauan Makanan Ternak )

3. Manajemen dan Sistem Perkandangan

Bibit

Dalam hal ini saya belajar pada para petani secara wawancara dan mengambil garis besar dari beberapa sumber baik petani dan tenaga penyuluh peternakan ,bahkan kadang juga mengadakan waktu kusus untuj mendatangi beberapa orang yang sudah dianggap tokoh dalam memelihara kambing jenis Etawa ini.Pada perinsipnya memilih bibit adalah harus disesuaikan dengan tujuan kita untuk usaha ternak kambing jenis ini.

Sejak tahun 2001 saya memulai dengan panduan beberapa petani ternak di Desa Donorejo , mecoba memilih bibit dengan Kriteria seperti yang banyak di tuturkan oleh kebanyakan para petani tersebut ini pada dasarnya beternak kambing Jenis Peranakan Etawa ini nantinya adalah dengan tujuan untuk produksi susu ( di perah ) namun untuk kebanyakan masyarakat di lingkungan saya masih sekedar membibitkan dan untuk proses perah tidak dilakukan disini. Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Untuk memilih bibit Kambing Etawa ini ada beberapa cirri yang umumnya untuk pedoman para petani ternak di sekitar saya :

Calon Indukan

  • Kepala jenong ,Telinga lemas dan panjang kira kira 30 cm ( Warna bulu kepala hitam )
  • Tubuh Besar ,Perawakan gempal dan tinggi, dada dalam dan lebar,
  • Punggung dan pinggang memiliki tulang yang lurus,
  • Jinak ,Tidak Cerewet ( tidak suka mengembik )
  • Bentuk Kaki panjang ,lurus,tumit tinggi.jenis kukunya terbelah rapi
  • Bentuk Rahang kokoh Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien)
  • Dilahirkan dari Induk yang muda serta memiliki garis keturunan baik
  • Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.

Calon pejantan

  • Bentuk kepala yang jenong dan memiliki dahi yang berjambul
  • Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi,
  • Dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
  • Memiliki bulu jenggot dan kulit leher yang lemas
  • Warna bulu kepala hitam legam dan memiliki tanduk yang rapi
  • Telinga lemas terjurai kebawah dan panjang
  • Kaki lurus dan kuat.bulu kaki panjang ( rewos )
  • Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

Nah dari paparan tersebut kita baru memiliki poin pertama untuk memulai usaha beternak kambing Peranakan Etawa ini ,karena secara garis besar untuk usaha beternak kambing Jenis ini memang harus selektif sekali karena jika tidak hati hati dalam memilih bibit yang baik kita hanya merugi ,karena daya jual anakan kambing ini tinggi jika memiliki kriteria yang banyak di sepakati oleh pasar

Beberapa pengalaman dan pengamatan saya selama ini jika salah dalam memilih induk maka kita hanya mendapatkan besarnya tapi tidak menghasilkan keturunan yang baik dan tidak memiliki daya jual yang tinggi ,untuk anda yang berminat beternak ini nantikan postingan saya selanjutnya dan untuk analisa hasil usaha Insya Allah masih dalam prosses.

PENGEMUKAN SAPI POTONG SISTEM KEREMAN Januari 11, 2010

Posted by Sanjaya in Peternakan Sapi.
add a comment

  1. KELUARAN
    Teknologi dan metoda pengemukan sapi
  2. BAHAN
    Sapi bakalan, hijauan segar, makanan penguat, konsentrat, vitamin, air minum dan obat-obatan
  3. ALAT
    Timbangan, takaran, ember, sabit, cangkul, karung plastik, dll.
  4. PEDOMAN TEKNIS
    Penggemukan pada dasarnya adalah memanfaatkan potensi genetik untuk tumbuh dan menyimpan lemak tubuh dalam jangka waktu maksimal 6 bulan. Sistem kereman adalah pemeliharaan di kandang dengan diberi pakan dasar hijauan (rumput dan leguminosa), dan pakan tambahan (konsentrat). Jumlah pakan tambahan minimal 1 1/2 % berat badan dengan kandungan protein 14 -16 %.

    1. Sapi bakalan
      Umur sapi yang akan digemukkan adalah sapi jantan muda atau dewasa, kurus dan sehat. Bobot badan sapi minimal 200 kg, dengan umur kurang antara 1-1,5 tahun
    2. Pakan tambahan (konsentrat)
      Untuk mendapatkan pertambahan sapi dengan cepat maka perlu diimbangi dengan penambahan makanan penguat, yang mudah didapat, antara lain dengan batas penggunaan dalam ransum (9/100 gram) dedak padi/katul 60, batang sagu (hati sagu) 6, bungkil kelapa 30, tepung ikan 3, garam dapur 0,5 dan mixed mineral 0,5.
    3. Perkandangan
      Kandang ternak harus berjarak 10 – 20 m dari rumah atau sumber air. Ukuran kandang per ekor adalah : lebar 125 cm dan panjang 2 m, lantai kandang usahakan dengan alas semen dan tidak becek/kotor. Tempat makan, minum dan garam harus mudah terjangkau oleh ternak. Kotoran ternak harus dibersihkan setiap hari dan buatkan penampungan kotoran untuk kompos yang terpisah dari kandang.
  5. SUMBER
    Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001
  6. KONTAK HUBUNGAN
    Departemen Pertanian RI, Kantor Pusat Departemen Pertanian – Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan – Pasar Minggu, Jakarta 12550 – Indonesia

BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG Januari 11, 2010

Posted by Sanjaya in Peternakan Sapi.
add a comment

BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG
( Bos sp. )

1. SEJARAH SINGKAT

Sapi yang ada sekarang ini berasal dari Homacodontidae yang dijumpai pada babak Palaeoceen. Jenis-jenis primitifnya ditemukan pada babak Plioceen di India. Sapi Bali yang banyak dijadikan komoditi daging/sapi potong pada awalnya dikembangkan di Bali dan kemudian menyebar ke beberapa wilayah seperti: Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi.

2. SENTRA PETERNAKAN

Sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura banyak terdapat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi. Sapi jenis Aberdeen angus banyak terdapat di Skotlandia. Sapi Simental banyak terdapat di Swiss. Sapi Brahman berasal dari India dan banyak dikembangkan di Amerika.

3. JENIS

Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong itu, masing-masing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan).

Sapi-sapi Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura. Selain itu juga sapi Aceh yang banyak diekspor ke Malaysia (Pinang). Dari populasi sapi potong yang ada, yang penyebarannya dianggap merata masing-masing adalah: sapi Bali, sapi PO, Madura dan Brahman. Sapi Bali berat badan mencapai 300-400 kg. dan persentase karkasnya 56,9%. Sapi Aberdeen angus (Skotlandia) bulu berwarna hitam, tidak bertanduk, bentuk tubuh rata seperti papan dan dagingnya padat, berat badan umur 1,5 tahun dapat mencapai 650 kg, sehingga lebih cocok untuk dipelihara sebagai sapi potong. Sapi Simental (Swiss) bertanduk kecil, bulu berwarna coklat muda atau kekuning-kuningan. Pada bagian muka, lutut kebawah dan jenis gelambir, ujung ekor berwarna putih.

Sapi Brahman (dari India), banyak dikembangkan di Amerika. Persentase karkasnya 45%. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas.

4. MANFAAT

Memelihara sapi potong sangat menguntungkan, karena tidak hanya menghasilkan daging dan susu, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang dan sebagai tenaga kerja. Sapi juga dapat digunakan meranih gerobak, kotoran sapi juga mempunyai nilai ekonomis, karena termasuk pupuk organik yang dibutuhkan oleh semua jenis tumbuhan. Kotoran sapi dapat menjadi sumber hara yang dapat memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur dan subur.

Semua organ tubuh sapi dapat dimanfaatkan antara lain:

  1. Kulit, sebagai bahan industri tas, sepatu, ikat pinggang, topi, jaket.
  2. Tulang, dapat diolah menjadi bahan bahan perekat/lem, tepung tulang dan garang kerajinan
  3. Tanduk, digunakan sebagai bahan kerajinan seperti: sisir, hiasan dinding dan masih banyak manfaat sapi bagi kepentingan manusia.

5. PERSYARATAN LOKASI

Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.

Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak. Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.

Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahan-bahan lainnya. Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5×2 m atau 2,5×2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8×2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5×1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan
kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m).

Kandang untuk pemeliharaan sapi harus bersih dan tidak lembab. Pembuatan kandang harus memperhatikan beberapa persyaratan pokok yang meliputi konstruksi, letak, ukuran dan perlengkapan kandang.

  1. Konstruksi dan letak kandang
    Konstruksi kandang sapi seperti rumah kayu. Atap kandang berbentuk kuncup dan salah satu/kedua sisinya miring. Lantai kandang dibuat padat, lebih tinggi dari pada tanah sekelilingnya dan agak miring kearah selokan di luar kandang. Maksudnya adalah agar air yang tampak, termasuk kencing sapi mudah mengalir ke luar lantai kandang tetap kering. Bahan konstruksi kandang adalah kayu gelondongan/papan yang berasal dari kayu yang kuat. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat, tetapi agak terbuka agar sirkulasi udara didalamnya lancar. Termasuk dalam rangkaian penyediaan pakan sapi adalah air minum yang bersih. Air minum diberikan secara ad libitum, artinya harus tersedia dan tidak boleh kehabisan setiap saat. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang. Pembuatan kandang sapi dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah/ladang.
  2. Ukuran Kandang
    Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5×1 m.
  3. Perlengkapan Kandang
    Termasuk dalam perlengkapan kandang adalah tempat pakan dan minum, yang sebaiknya dibuat di luar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/ tercampur kotoran. Tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai. Dengan demikian kotoran dan air kencing tidak tercampur didalamnya. Perlengkapan lain yang perlu disediakan adalah sapu, sikat, sekop, sabit, dan tempat untuk memandikan sapi. Semua peralatan tersebut adalah untuk membersihkan kandang agar sapi terhindar dari gangguan penyakit sekaligus bisa dipakai untuk memandikan sapi.

6.2. Pembibitan

Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah:

  1. Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap silsilahnya.
  2. Matanya tampak cerah dan bersih.
  3. Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.
  4. Kukunya tidak terasa panas bila diraba.
  5. Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya.
  6. Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur.
  7. Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu.
  8. Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari.

Untuk menghasilkan daging, pilihlah tipe sapi yang cocok yaitu jenis sapi Bali, sapi Brahman, sapi PO, dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut:

  1. tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola.
  2. kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.
  3. laju pertumbuhannya relatif cepat.
  4. efisiensi bahannya tinggi.

6.3. Pemeliharaan

Pemeliharaan sapi potong mencakup penyediaan pakan (ransum) dan pengelolaan kandang. Fungsi kandang dalam pemeliharaan sapi adalah :

  1. Melindungi sapi dari hujan dan panas matahari.
  2. Mempermudah perawatan dan pemantauan.
  3. Menjaga keamanan dan kesehatan sapi.

Pakan merupakan sumber energi utama untuk pertumbuhan dan pembangkit tenaga. Makin baik mutu dan jumlah pakan yang diberikan, makin besar tenaga yang ditimbulkan dan masih besar pula energi yang tersimpan dalam bentuk daging.

  1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
    Pada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasannya sulit dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas.
  2. Pemberian Pakan
    Pada umumnya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Sapi dalam masa pertumbuhan, sedang menyusui, dan supaya tidak jenuh memerlukan pakan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Pemberian pakan dapat dilakukan dengan 3 cara: yaitu penggembalaan (Pasture fattening), kereman (dry lot faatening) dan kombinasi cara pertama dan kedua.
    Penggembalaan dilakukan dengan melepas sapi-sapi di padang rumput, yang biasanya dilakukan di daerah yang mempunyai tempat penggembalaan cukup luas, dan memerlukan waktu sekitar 5-7 jam per hari. Dengan cara ini, maka tidak memerlukan ransum tambahan pakan penguat karena sapi telah memakan bermacam-macam jenis rumput.
    Pakan dapat diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang yang dikenal dengan istilah kereman. Sapi yang dikandangkan dan pakan diperoleh dari ladang, sawah/tempat lain. Setiap hari sapi memerlukan pakan kira-kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% – 2% dari berat badan. Ransum tambahan berupa dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu. yang diberikan dengan cara dicampurkan dalam rumput ditempat pakan. Selain itu, dapat ditambah mineral sebagai penguat berupa garam dapur, kapus. Pakan sapi dalam bentuk campuran dengan jumlah dan perbandingan tertentu ini dikenal dengan istilah ransum.
    Pemberian pakan sapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggembalaan dan keraman. Menurut keadaannya, jenis hijauan dibagi menjadi 3 katagori, yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam hijauan segar adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan (legu minosa) dan tanaman hijau lainnya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah rumput gajah, rumput raja (king grass), daun turi, daun lamtoro.
    Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan dengan tujuan agar tahan disimpan lebih lama. Termasuk dalam hijauan kering adalah jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, dsb. yang biasa digunakan pada musim kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banyak mengandung serat kasar.
    Hijauan segar dapat diawetkan menjadi silase. Secara singkat pembuatan silase ini dapat dijelaskan sebagai berikut: hijauan yang akan dibuat silase ditutup rapat, sehingga terjadi proses fermentasi. Hasil dari proses inilah yang disebut silase. Contoh-contoh silase yang telah memasyarakat antara lain silase jagung, silase rumput, silase jerami padi, dll.
  3. Pemeliharaan Kandang
    Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar. Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Penyakit

  1. Penyakit antraks
    • Penyebab: Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, makanan/minuman atau pernafasan.
    • Gejala:
      1. demam tinggi, badan lemah dan gemetar;
      2. gangguan pernafasan;
      3. pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul;
      4. kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina;
      5. kotoran ternak cair dan sering bercampur darah;
      6. limpa bengkak dan berwarna kehitaman.
    • Pengendalian: vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati.
  2. Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit Apthae epizootica (AE)
    • Penyebab: virus ini menular melalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE.
    • Gejala:
      1. rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening;
      2. demam atau panas, suhu badan menurun drastis;
      3. nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali;
      4. air liur keluar berlebihan.
    • Pengendalian: vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan dan diobati secara terpisah.
  3. Penyakit ngorok/mendekur atau penyakit Septichaema epizootica (SE)
    • Penyebab: bakteri Pasturella multocida. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.
    • Gejala:
      1. kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan;
      2. leher, anus, dan vulva membengkak;
      3. paru-paru meradang, selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua;
      4. demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam.
    • Pengendalian: vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika atau sulfa.
  4. Penyakit radang kuku atau kuku busuk (foot rot)
    • Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor.
    • Gejala:
      1. mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh;
      2. kulit kuku mengelupas;
      3. tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit;
      4. sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh.

7.2. Pengendalian

Pengendalian penyakit sapi yang paling baik menjaga kesehatan sapi dengan tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan sapi adalah:

  1. Menjaga kebersihan kandang beserta peralatannya, termasuk memandikan sapi.
  2. Sapi yang sakit dipisahkan dengan sapi sehat dan segera dilakukan pengobatan.
  3. Mengusakan lantai kandang selalu kering.
  4. Memeriksa kesehatan sapi secara teratur dan dilakukan vaksinasi sesuai petunjuk.

8. PANEN

8.1. Hasil Utama

Hasil utama dari budidaya sapi potong adalah dagingnya

8.2. Hasil Tambahan

Selain daging yang menjadi hasil budidaya, kulit dan kotorannya juga sebagai hasil tambahan dari budidaya sapi potong.

9. PASCAPANEN

9.1. Stoving

Ada beberapa prinsip teknis yang harus diperhatikan dalam pemotongan sapi agar diperoleh hasil pemotongan yang baik, yaitu:

  1. Ternak sapi harus diistirahatkan sebelum pemotongan
  2. Ternak sapi harus bersih, bebas dari tanah dan kotoran lain yang dapat mencemari daging.
  3. Pemotongan ternak harus dilakukan secepat mungkin, dan rasa sakit yang diderita ternak diusahakan sekecil mungkin dan darah harus keluar secara tuntas.
  4. Semua proses yang digunakan harus dirancang untuk mengurangi jumlah dan jenis mikroorganisme pencemar seminimal mungkin.

9.2. Pengulitan

Pengulitan pada sapi yang telah disembelih dapat dilakukan dengan menggunakan pisau tumpul atau kikir agar kulit tidak rusak. Kulit sapi dibersihkan dari daging, lemak, noda darah atau kotoran yang menempel. Jika sudah bersih, dengan alat perentang yang dibuat dari kayu, kulit sapi dijemur dalam keadaan terbentang. Posisi yang paling baik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah dalam posisi sudut 45 derajat.

9.3. Pengeluaran Jeroan

Setelah sapi dikuliti, isi perut (visceral) atau yang sering disebut dengan jeroan dikeluarkan dengan cara menyayat karkas (daging) pada bagian perut sapi.

9.4. Pemotongan Karkas

Akhir dari suatu peternakan sapi potong adalah menghasilkan karkas berkualitas dan berkuantitas tinggi sehingga recahan daging yang dapat dikonsumsipun tinggi. Seekor ternak sapi dianggap baik apabila dapat menghasilkan karkas sebesar 59% dari bobot tubuh sapi tersebut dan akhirnya akan diperoleh 46,50% recahan daging yang dapat dikonsumsi. Sehingga dapat dikatakan bahwa dari seekor sapi yang dipotong tidak akan seluruhnya menjadi karkas dan dari seluruh karkas tidak akan seluruhnya menghasilkan daging yang dapat dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, untuk menduga hasil karkas dan daging yang akan diperoleh, dilakukan penilaian dahulu sebelum ternak sapi potong. Di negara maju terdapat spesifikasi untuk pengkelasan (grading) terhadap steer, heifer dan cow yang akan dipotong.

Karkas dibelah menjadi dua bagian yaitu karkas tubuh bagian kiri dan karkas tubuh bagian kanan. Karkas dipotong-potong menjadi sub-bagian leher, paha depan, paha belakang, rusuk dan punggung. Potongan tersebut dipisahkan menjadi komponen daging, lemak, tulang dan tendon. Pemotongan karkas harus mendapat penanganan yang baik supaya tidak cepat menjadi rusak, terutama kualitas dan hygienitasnya. Sebab kondisi karkas dipengaruhi oleh peran mikroorganisme selama proses pemotongan dan pengeluaran jeroan.

Daging dari karkas mempunyai beberapa golongan kualitas kelas sesuai dengan lokasinya pada rangka tubuh. Daging kualitas pertama adalah daging di daerah paha (round) kurang lebih 20%, nomor dua adalah daging daerah pinggang (loin), lebih kurang 17%, nomor tiga adalah daging daerah punggung dan tulang rusuk (rib) kurang lebih 9%, nomor empat adalah daging daerah bahu (chuck) lebih kurang 26%, nomor lima adalah daging daerah dada (brisk) lebih kurang 5%, nomor enam daging daerah perut (frank) lebih kurang 4%, nomor tujuh adalah daging daerah rusuk bagian bawah sampai perut bagian bawah (plate & suet) lebih kurang 11%, dan nomor delapan adalah daging bagian kaki depan (foreshank) lebih kurang 2,1%. Persentase bagian-bagian dari karkas tersebut di atas dihitung dari berat karkas (100%). Persentase recahan karkas dihitung sebagai berikut:

Persentase recahan karkas = Jumlah berat recahan / berat karkas x 100 %

Istilah untuk sisa karkas yang dapat dimakan disebut edible offal, sedangkan yang tidak dapat dimakan disebut inedible offal (misalnya: tanduk, bulu, saluran kemih, dan bagian lain yang tidak dapat dimakan).

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

10.1. Analisis Usaha Budidaya

Perkiraan analisis budidaya sapi potong kereman setahun di Bangli skala 25 ekor pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:

  1. Biaya Produksi
    1. Pembelian 25 ekor bakalan : 25 x 250 kg x Rp. 7.800,- ———————–> Rp. 48.750.000,-
    2. Kandang ———————————————————————> Rp. 1.000.000,-
    3. Pakan
      • Hijauan: 25 x 35 kg x Rp.37,50 x 365 hari ————–> Rp. 12.000.000,-
      • Konsentrat: 25 x 2kg x Rp. 410,- x 365 hari ————> Rp. 7.482.500,-
    4. Retribusi kesehatan ternak: 25 x Rp. 3.000,- —————> Rp. 75.000,-
      Jumlah biaya produksi ———————————————————–> Rp. 69.307.500,-
  2. Pendapatan :
    1. Penjualan sapi kereman Tambahan berat badan: 25 x 365 x 0,8 kg = 7.300 kg, Berat sapi setelah setahu: (25 x 250 kg) + 7.300 kg = 13.550 kg
      • Harga jual sapi hidup: Rp. 8.200,-/kg x 13.550 kg ————————–> Rp. 111.110.000,-
    2. Penjualan kotoran basah: 25 x 365 x 10 kg x Rp. 12,- ————————> Rp. 1.095.000,-
      Jumlah Pendapatan ————————————————————-> Rp. 112.205.000,-
  3. Keuntungan
    Tanpa memperhitungkan biaya tenaga internal keuntungan Penggemukan 25 ekor sapi selama setahun. ———> Rp. 42.897.500,-
  4. Parameter kelayakan usaha : a. B/C ratio = 1,61

10.2. Gambaran Peluang Agribisnis

Sapi potong mempunyai potensi ekonomi yang tinggi baik sebagai ternak potong maupun ternak bibit. Selama ini sapi potong dapat mempunyai kebutuhan daging untuk lokal seperti rumah tangga, hotel, restoran, industri pengolahan, perdagangan antar pulau. Pasaran utamanya adalah kota-kota besar seperti kota metropolitan Jakarta. Konsumen untuk daging di Indonesia dapat digolongkan ke dalam beberapa segmen yaitu :

  1. Konsumen Akhir
    Konsumen akhir, atau disebut konsumen rumah tangga adalah pembeli-pembeli yang membeli untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individunya. Golongan ini mencakup porsi yang paling besar dalam konsumsi daging, diperkirakan mencapai 98% dari konsumsi total. Mereka ini dapat dikelompokkan lagi ke dalam ova sub segmen yaitu :

    1. Konsumen dalam negeri ( Golongan menengah keatas )
      Segmen ini merupakan segmen terbesar yang kebutuhan dagingnya kebanyakan dipenuhi dari pasokan dalam negeri yang masih belum memperhatikan kualitas tertentu sebagai persyaratan kesehatan maupun selera.
    2. Konsumen asing
      Konsumen asing yang mencakup keluarga-keluarga diplomat, karyawan perusahaan dan sebagian pelancong ini porsinya relatif kecil dan tidak signifikan. Di samping itu juga kemungkinan terdapat konsumen manca negara yang selama ini belum terjangkau oleh pemasok dalam negeri, artinya ekspor belum dilakukan/jika dilakukan porsinya tidak signifikan.
  2. Konsumen Industri
    Konsumen industri merupakan pembeli-pembeli yang menggunakan daging untuk diolah kembali menjadi produk lain dan dijual lagi guna mendapatkan laba. Konsumen ini terutama meliputi: hotel dan restauran dan yang jumlahnya semakin meningkat Adapun mengenai tata niaga daging di negara kita diatur dalam inpres nomor 4 tahun 1985 mengenai kebijakansanakan kelancaran arus barang untuk menunjang kegiatan ekonomi. Di Indonesia terdapat 3 organisasi yang bertindak seperti pemasok daging yaitu :

    1. KOPPHI (Koperasi Pemotongan Hewan Indonesia), yang mewakili pemasok produksi peternakan rakyat.
    2. APFINDO (Asosiasi Peternak Feedlot (penggemukan) Indonesia), yang mewakili peternak penggemukan
    3. ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia).

11. DAFTAR PUSTAKA

  1. Abbas Siregar Djarijah. 1996, Usaha Ternak Sapi, Kanisius, Yogyakarta.
  2. Yusni Bandini. 1997, Sapi Bali, Penebar Swadaya, Jakarta.
  3. Teuku Nusyirwan Jacoeb dan Sayid Munandar. 1991, Petunjuk Teknis Pemeliharaan Sapi Potong, Direktorat Bina Produksi Peternaka
  4. Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian, Jakarta Undang Santosa. 1995, Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi, Penebar Swadaya,
    Jakarta.
  5. Lokakarya Nasional Manajemen Industri Peternakan. 24 Januari 1994,Program Magister Manajemen UGM, Yogyakarta.
  6. Kohl, RL. and J.N. Uhl. 1986, Marketing of Agricultural Products, 5 th ed, Macmillan Publishing Co, New York.

12. KONTAK HUBUNGAN

  1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
  2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

Road Map Perdamaian Israel-Palestina Januari 10, 2010

Posted by Sanjaya in Israel Vs Palestine, Politik.
add a comment

Oleh R u m a d i*

KUTUKAN kepada Israel terus mengalir dari berbagai penjuru dunia. Demontrasi digelar dimana-mana. Sejumlah kepala negara juga mengutuk agresi militer Israel yang membabi buta. Berbagai upaya menekan Israel agar agresi militernya dihentikan sudah dilakukan. Resolusi PBB No. 1860 untuk menghentikan agresi Israel ke Palestina juga sudah dikeluarkan, meski AS sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB menyatakan abstain. Namun, upaya tersebut belum cukup ampuh untuk memaksa Israel menghentikan serangannya ke jalur Gaza. Hingga kini, sembilan ratus lebih nyawa warga Gaza melayang dan hampir lima ribu luka-luka. Namun, hal ini lagi-lagi belum dianggap cukup oleh Israel. Bahkan, sejak serangan di hari ke 15, Dewan HAM PBB menduga Israel menggunakan senjata kimia sejenis fosfor putih. Jika hal ini benar-benar terjadi, Gaza telah menjadi ladang pembantaian (killing field) yang sangat mengerikan. Peristiwa hollocoust di Auswitz dimana ratusan ribu orang Yahudi dibantai Hitler, akan terulang di Gaza dalam bentuk yang lain. Israel tampaknya tidak bisa belajar dari sejarah.

Kisah Negara Israel
Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri.

Sejarah Israel sebenarnya bisa ditelusuri sejak ribuan tahun Sebelum Masehi. Namun dalam tulisan yang pendek ini tidak mungkin menguraikan keseluruhannya. Momentum penting pendirian negara Israel adalah pada 1897 ketika Theodore Herzl (1860-1904), seorang Yahudi kelahiran Budhapest menggelar Kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi. Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.

Peristiwa “Dreyfus“,[1] sebagai puncak antisemitisme negara-negara Eropa, terutama Jerman, mengantarkan Herzl pada kesimpulan: 1) Orang-orang Yahudi, dimanapun mereka berada di permukaan bumi ini, akan tetap saja merupakan sebuah “bangsa” yang tunggal; 2) Mereka selamanya dan di mana saja pun selalu menjadi korban pengejaran; 3) Mereka sama sekali tidak dapat diasimilasikan oleh negara-negara dimana mereka telah bertempat tinggal.

Akibat ditariknya kesimpulan tersebut, maka pemecahan masalahnya menurut Herzl dan menurut orang-orang antisemit juga adalah membuat negara Yahudi baru diatas tanah kosong dunia. Maka dipilihlah Palestina agar juga mendapat dukungan orang-orang Yahudi aliran Zion (Pecinta tanah sejarah yaitu Mesir, Kan’an dan sekitarnya).

Karena ketegangan terus menerus di Palestina dimana Yahudi mulai mendominasi, pada 1947 PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara: Arab dan Israel. Maka, tahun 14 Mei 1948, Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi memproklamirkan kemerdekaan negara Israel. Mereka melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania, Syiria, Mesir dan lain-lain. Pengungsi Palestina menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab tetangganya. Namun karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah pengaruh Inggris, maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB.

Pada 1956, Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerang Sinai untuk menguasai terusan Suez. 1964 Para pemimpin Arab membentuk PLO (Palestine Liberation Organization). 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama 6 hari dengan dalih pencegahan. Israel berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara musuhnya karena dibantu informasi dari CIA. Pada 1967, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 242, yang memerintahkan penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang 6 hari, pengakuan semua negara di kawasan itu, dan penyelesaian secara adil masalah pengungsi Palestina.

Pada 1969 Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai Ketua Komite Eksekutif PLO dengan markas di Yordania. Namun karena peristiwa pembajakan pesawat pada 1970 sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina membuat PLO dikecam dunia, dan Yordania pun dikucilkan. Karena ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein mengusir markas PLO dari Yordania. Dan akhirnya PLO pindah ke Libanon.

Perang kembali pecah pada 1973. Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasanya Yahudi Yom Kippur. Pertempuran ini dikenal dengan Perang Oktober. Mesir dan Syria hampir menang, namun Israel kemudian dibantu AS. Presiden Mesir Anwar Sadat terpaksa berkompromi, karena dia cuma siap untuk melawan Israel, tidak siap berhadapan dengan AS. Arab membalas kekalahan itu dengan menutup keran minyak. Akibatnya harga minyak melonjak pesat. Dewan keamanan PBB kembali mengeluarkan resolusi Nomor 338, untuk gencatan senjata, pelaksanaan resolusi Nomor 242 dan perundingan damai di Timur Tengah.

Untuk merintis perdamaian dengan Israel, pada 1977 Presiden Mesir Hosni Mubarok menawarkan perdamaian jika Israel mengembalikan seluruh Sinai. Negara-negara Arab merasa dikhianati. Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai AS. Perjanjian itu menjanjikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel. Sadat dan PM Israel Menachem Begin dianugerahi Nobel Perdamaian 1979. Namun Israel tetap menolak perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Belakangan, otonomi versi Camp David ini tidak pernah diwujudkan. Dan AS sebagai pemrakarsanya juga tidak merasa wajib memberi sanksi, bahkan selalu memveto resolusi PBB yang tidak menguntungkan pihak Israel. Karena langkah politiknya ini, belakangan Anwar Sadat dibunuh kelompok yang anti Yahudi-Israel pada tahun 1982.

Pada 1982 kembali perang pecah antara Israel dan Libanon. Ratusan pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila terbunuh. Namun peristiwa ini tidak berhasil diangkat ke forum internasional karena veto AS. Belakangan Israel juga dengan enaknya melakukan serangkaian pemboman atas instalasi militer dan sipil di Iraq, Libya dan Tunis.

Pada 1988 diumumkan berdirinya negara Palestina di Aljiria, ibu kota Aljazair. Ditetapkan bahwa Yerussalem Timur sebagai ibukota negara dengan Presiden pertamanya adalah Yasser Arafat. Setelah. Sejak itu, AS membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat secara tidak langsung mengakui eksistensi Israel dengan menuntut realisasi resolusi PBB Nomor 242 pada waktu memproklamirkan Republik Palestina.

Awal tahun 1990-an PLO – Israel saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel berjanji memberikan hak otonomi kepada PLO di daerah pendudukan. Pengakuan itu dikecam keras oleh pihak ultra-kanan Israel maupun kelompok di Palestina yang tidak setuju. Namun negara-negara Arab (Saudi Arabia, Mesir, Emirat dan Yordania) menyambut baik perjanjian itu. Mufti Mesir dan Saudi mengeluarkan “fatwa” untuk mendukung perdamaian.

Setelah kekuasaan di daerah pendudukan dialihkan ke PLO, maka sesuai perjanjian dengan Israel, PLO harus mengatasi segala aksi-aksi anti-Israel. Dengan ini maka sebenarnya PLO dijadikan perpanjangan tangan Yahudi. Yasser Arafat, Yitzak Rabin dan Shimon Peres mendapat Nobel Perdamaian atas usahanya tersebut. Namun, Rabin akhirnya dibunuh seorang Yahudi Fanatik bernama Yigar Amir.

Masa depan perdamaian Arab-Israel suram pada 1996 ketika Pemilu di Israel dimenangkan secara tipis oleh Netanyahu dari partai kanan, yang berarti kemenangan Yahudi yang anti perdamaian. Netanyahu mengulur-ulur waktu pelaksanaan perjanjian perdamaian. Ia menolak adanya negara Palestina, agar Palestina tetap sekedar daerah otonom di dalam Israel. AS sebenarnya tidak terlalu senang bahwa Israel jalan sendiri di luar garis yang ditetapkannya. Namun karena lobby Yahudi di AS terlalu kuat, maka Presiden AS ketika itu, Bill Clinton harus memakai agen-agennya di negara-negara Arab untuk mengingatkan Israel. Maka sikap negara-negara Arab tiba-tiba kembali memusuhi Israel. Mufti Mesir juga memfatwakan jihad terhadap Israel. Sementara itu Uni Eropa (terutama Inggris dan Perancis) juga mencoba “aktif” menjadi penengah, yang sebenarnya juga hanya untuk kepentingan masing-masing dalam rangka menanamkan pengaruhnya di wilayah itu. Mereka juga tidak rela kalau AS “jalan sendiri” tanpa bicara dengan Eropa.

Peta jalan damai Israel-Palestina kembali dibangun pada 2002 yang difasilitasi Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat. Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 “reservasi”. Israel berencana melakukan pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon. Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh “kehadiran sipil dan militer yang permanen” di Jalur Gaza.

Di hari kemenangan Partai Kadima pada pemilu 2006 di Israel, Ehud Olmert – yang kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri Israel menggantikan Ariel Sharon- berpidato. Dalam pidato kemenangan partainya, Olmert berjanji untuk menjadikan Israel negara yang adil, kuat, damai, dan makmur, menghargai hak-hak kaum minoritas, mementingkan pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta terutama sekali berjuang untuk mencapai perdamaian yang kekal dan pasti dengan bangsa Palestina. Olmert menyatakan bahwa sebagaimana Israel bersedia berkompromi untuk perdamaian, ia mengharapkan bangsa Palestina pun harus fleksibel dengan posisi mereka. Ia menyatakan bahwa bila Otoritas Palestina, menolak mengakui Negara Israel, maka Israel akan menentukan nasibnya di tangannya sendiri. Pernyataan ini menyiratkan kesiapan Israel untuk kembali bertempur melawan Palestina jika situasi memaksa.

Adakah Jalan Keluar?
Janji Olmert untuk “menentukan nasib sendiri” itu kini terbukti. Serangan Israel ke Jalur Gaza (27/12/08) menjadi bukt. Sementara itu sebelum terjadinya serangan habis-habisan Israel ke Gaza, sudah terjadi serangan-serangan kecil di antara kedua belah pihak di sekitar Jalur Gaza, disebabkan Israel menutup tempat-tempat penyeberangan atau jalur komersial ke Gaza sehingga pasokan bahan bakar minyak terhenti, yang memaksa satu-satunya pusat pembangkit listrik di Jalur Gaza tutup. Hamas, faksi kuat yang menguasai Gaza, juga sering “mengirimkan” roket ke wilayah Israel.

Meski dunia internasional mengutuk aksi ini dan DK PBB sudah mengeluarkan resolusi, namun Israel belum juga menghentikan aksinya. Anehnya, otoritas Palestina di bawah kepemimpinan Mahmoud Abbas hanya berpangku tangan dan cenderung menyalahkan Hamas. Otoritas Palestina tidak bisa bekerja dengan efektif karena dikuasai kelompok Fatah yang secara ideologis berbeda dengan Fatah dalam menentukan visi soal Palestina. Akibatnya, mereka tidak bisa mengontrol perkembangan yang ada di Gaza yang dikuasai kelompok Hamas. Bahkan, bagi Hamas, otoritas Palestina dipandang lebih pro Israel.

Pemberdayaan otoritas Palestina ini penting sekali. Bahkan Presiden Mesir Husni Mubarak menegaskan tidak akan membuka perbatasan Rafah hingga otoritas Palestina pimpinan Presiden Mahmoud Abbas mampu mengontrol Gaza. Sesuai kesepakatan dengan Israel saat mundur pada Agustus 2005, Abbas harus mengizinkan pemantau Uni Eropa dan kamera pengintai sehingga Israel pun bisa mengawasi lalu lintas orang, barang, dan jasa yang keluar-masuk Gaza.

Kedua, dunia internasional terutama PBB dan Amerika tidak boleh bersikap lembek. Amerika tidak boleh menerapkan cara pandang ganda dalam melihat konflik ini. Berharap pada George W Bush tentu sulit, tapi Barrack Obama yang dilantik 20 Januari 2009 mendatang kita harapkan mempunyai nurani. Mereka harus mampu memaksa Israel dan Hamas untuk mengedepankan perdamaian. Tanpa itu, sata tidak bisa melihat masa depan perdamaian di Paletina dan Israel.[]

*Penulis adalah Peneliti the Wahid Institute & Dosen Fak. Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


[1] Peristiwa Dreyfus adalah skandal politik Perancis terburuk. Kapten Alfred Dreyfus (1859-1935), kapten Yahudi Perancis dihukum karena dituduh berkhianat memberi rahasia militer Perancis kepada Jerman dan lalu dibuang ke Pulau Setan (1894). Pada 1897, saudara lelakinya meneliti dan menemukan bahwa tulisan yang mirip tulisan Dreyfus ialah tulisan Mayor Ferdinand Walsin Esterhazy. Bukti yang lebih jauh dituduhkan padanya sebagai membuka rahasia militer lebih jauh dan memalsukan bukti (Januari 1898). Hukuman buat Dreyfus menimbulkan antisemitisme, walau bukti terhadap tuduhannya dipalsukan, angkatan perang enggan mengakuinya. Setelah timbul minat umum terhadap perkara itu, diketahui Gereja Katolik Roma menyokong penghukuman itu. Lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Dreyfus.