jump to navigation

Sukses Story usaha penggemukan domba Januari 11, 2010

Posted by Sanjaya in Peternakan Kambing.
add a comment

Posted by: admin In: peluang usaha

kambing_21-300x200.gifDunia peternakan di Indonesia secara umum belum tumbuh dan berkembang dengan baik.  Terbukti, dengan maraknya impor sapi dari Australia dan lebih populernya daging ayam dan telur ayam broiler dibanding dengan daging dan telur ayam kampung. Hal ini disebabkan karena sektor peternakan masih dipandang sebelah mata, baik oleh pemerintah maupun swasta.

Hal ini menjadi tantangan bagi Budi Susilo Setiawan, Sarjana Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan menggeluti bidang peternakan. Berawal minat berwirausaha sejak menjadi mahasiswa, setelah lulus, Budi beserta tiga orang rekannya, alumni  Fakultas Peternakan IPB, yang lain mendirikan sebuah usaha penggemukan domba dan kambing bernama MT Farm. Bertempat di daerah Ciampea Bogor, MT Farm menjadi salah satu peternakan penggemukan dan penjualan domba di wilayah Jawa Barat. Usaha yang didirikan pada bulan September 2004 ini memiliki lahan kandang sekitar 500 m2, dengan kapasitas 900 ekor. Pengelolaan usaha ini menyerap warga sekitar sebagai karyawan.

Pengolahan ternak sudah mulai dilakukan secara terpadu yaitu dengan menggunakan sistem manfaat, semua yang ada pada domba atau kambing seperti daging, kulit, tulang kepala sampai dengan kotoran dapat dimanfaatkan tanpa ada yang dibuang. Biasanya domba atau kambing yang akan digemukkan, didatangkan dari daerah lain. Pemberian vitamin untuk pemulihan kondisi ternak yang baru datang dan tidak lupa diberikan obat untuk pencegahan penyakit. Selain itu juga diberikan obat cacing untuk mencegah ternak cacingan. Domba yang akan digemukkan dimasukkan ke dalam penampungan sementara untuk istirahat, kemudian dicukur dan dimandikan. Proses selanjutnya domba dipindahkan ke dalam kandang penggemukan. Kandang terdiri dari 4 lokal kandang koloni dan 1 lokal kandang individu. Total kapasitas mencapai 900 ekor domba. Penanganan kotoran atau limbah digunakan sebagai pupuk.

MT Farm mengupayakan pakan alami (rumput) dan konsentrat. Pemasaran ternak MT farm sendiri sebagian besar adalah lembaga aqiqah dan rumah potong hewan tradisional di wilayah Jabodetabek serta melayani kebutuhan masyarakat akan hewan kurban. Permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun belum bisa dipenuhi secara rutin karena tidak berimbangnya bibit domba dengan domba yang siap dijual atau layak dipotong. “Minimnya stok bibit domba/ kam­bing muda membuat kami belum mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, tercatat pada bulan-bulan biasa permintaan konsumen terhadap domba dan kambing mencapai 300 ekor, sedangkan puncaknya terjadi pada musim Hari Raya Idul Adha yaitu dapat mencapai 2000 ekor,” ujar ayah 2 orang anak ini. Bahkan beberapa bulan terakhir, Timur Tengah menawarkan ke Indonesia untuk menyuplai 1000 ekor per bulan, tetapi MT Farm masih belum sanggup. Penjualan kambing domba dalam bentuk hidup de­ngan ukuran domba dan kambing bervariasi antara lain : 20 kg, 25 kg, 30 kg, 35 kg, dan yang di atas 40 kg. Sistem penjualan domba menggunakan sistem timbang per kg. Harga berkisar dari Rp. 800.000 sampai dengan Rp 2,5 juta per ekor tergantung ukuran domba. Pemesanan dapat berupa daging atau ternak yang sudah dipotong.
PROFIL

Nama : Mitra Tani Farm (MT Farm)

Pemilik : Budi Susilo Setiawan, S.Pt. dkk

Alamat : Jl. Manunggal 51 No. 39

Rt 04/05 Desa Tegal Waru,

Kecamatan Ciampea,

Kabupaten Bogor.

sumber : Bangkittani.com

Beternak Kambing Etawa Januari 11, 2010

Posted by Sanjaya in Peternakan Kambing.
add a comment

Beternak kambing Peranakan Etawa sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat di wilayah Desa Donorejo ,Kec Kaligesing,Kab Purworejo,dan wilayah sekitarnya ,saya sendiri di luar kesibukan saya sebagai Kontraktor juga mencoba untuk berinfestasi , beternak kambing jenis Peranakan Etawa ini. sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, Namun apabila pemeliharaannya ditingkatkan atau dilakukan secara intensif ,tentu sangatlah memungkinkan untuk mendapatkan hasil yang lebih, dan juga menjadi salah satu alternative usaha sendiri yang prospektif.untuk memulai usaha ternak kambing jenis Peranakan Etawa ini. Ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan , di antaranya adalah:

1. Bibit ( calon indukan atau calon pejantan )

2. Makanan Ternak .HMT( Hijauan Makanan Ternak )

3. Manajemen dan Sistem Perkandangan

Bibit

Dalam hal ini saya belajar pada para petani secara wawancara dan mengambil garis besar dari beberapa sumber baik petani dan tenaga penyuluh peternakan ,bahkan kadang juga mengadakan waktu kusus untuj mendatangi beberapa orang yang sudah dianggap tokoh dalam memelihara kambing jenis Etawa ini.Pada perinsipnya memilih bibit adalah harus disesuaikan dengan tujuan kita untuk usaha ternak kambing jenis ini.

Sejak tahun 2001 saya memulai dengan panduan beberapa petani ternak di Desa Donorejo , mecoba memilih bibit dengan Kriteria seperti yang banyak di tuturkan oleh kebanyakan para petani tersebut ini pada dasarnya beternak kambing Jenis Peranakan Etawa ini nantinya adalah dengan tujuan untuk produksi susu ( di perah ) namun untuk kebanyakan masyarakat di lingkungan saya masih sekedar membibitkan dan untuk proses perah tidak dilakukan disini. Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Untuk memilih bibit Kambing Etawa ini ada beberapa cirri yang umumnya untuk pedoman para petani ternak di sekitar saya :

Calon Indukan

  • Kepala jenong ,Telinga lemas dan panjang kira kira 30 cm ( Warna bulu kepala hitam )
  • Tubuh Besar ,Perawakan gempal dan tinggi, dada dalam dan lebar,
  • Punggung dan pinggang memiliki tulang yang lurus,
  • Jinak ,Tidak Cerewet ( tidak suka mengembik )
  • Bentuk Kaki panjang ,lurus,tumit tinggi.jenis kukunya terbelah rapi
  • Bentuk Rahang kokoh Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien)
  • Dilahirkan dari Induk yang muda serta memiliki garis keturunan baik
  • Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.

Calon pejantan

  • Bentuk kepala yang jenong dan memiliki dahi yang berjambul
  • Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi,
  • Dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
  • Memiliki bulu jenggot dan kulit leher yang lemas
  • Warna bulu kepala hitam legam dan memiliki tanduk yang rapi
  • Telinga lemas terjurai kebawah dan panjang
  • Kaki lurus dan kuat.bulu kaki panjang ( rewos )
  • Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

Nah dari paparan tersebut kita baru memiliki poin pertama untuk memulai usaha beternak kambing Peranakan Etawa ini ,karena secara garis besar untuk usaha beternak kambing Jenis ini memang harus selektif sekali karena jika tidak hati hati dalam memilih bibit yang baik kita hanya merugi ,karena daya jual anakan kambing ini tinggi jika memiliki kriteria yang banyak di sepakati oleh pasar

Beberapa pengalaman dan pengamatan saya selama ini jika salah dalam memilih induk maka kita hanya mendapatkan besarnya tapi tidak menghasilkan keturunan yang baik dan tidak memiliki daya jual yang tinggi ,untuk anda yang berminat beternak ini nantikan postingan saya selanjutnya dan untuk analisa hasil usaha Insya Allah masih dalam prosses.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.